Mataram, NTB — Otonomi Daerah (Otda) sekarang sudah masuk usia ke-30, Di momen ulang tahun yang cukup “matang” ini, Pemerintah Provinsi NTB menggelar apel spesial di halaman Kantor Gubernur NTB, Senin (27/4).
Bukan cuma seremonial, momen ini jadi pengingat kalau Otda adalah kunci buat bikin pembangunan di NTB makin rata dan pelayanan publiknya makin friendly buat kita semua.
Membacakan amanat Mendagri, Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menekankan kalau tema tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, itu penting banget. Intinya daerah harus mandiri kelola potensi lokal, tapi jangan lupa collab bareng Pemerintah Pusat.
“Tanpa kolaborasi yang solid, tujuan besar pembangunan nggak bakal tercapai maksimal,” tegasnya di depan para peserta apel.
Biar Otda nggak cuma jadi istilah keren doang, ada beberapa langkah strategis yang bakal jadi fokus:
No More Tumpang Tindih, Perencanaan pusat dan daerah harus sinkron biar anggaran nggak mubazir.
Digitalisasi Birokrasi, Pelayanan publik harus serba cepat, transparan, dan berbasis hasil. No more ribet!
Mandiri Secara Fiskal, NTB harus makin pinter cari pendapatan daerah sendiri biar makin mandiri.
Bestie-an Antar Daerah, Kerjasama antar wilayah buat urusan sampah, transportasi, sampai ekonomi regional harus makin diperkuat.
Nggak cuma soal birokrasi, Pemprov NTB juga didorong buat fokus ke layanan dasar yang berdampak langsung ke kehidupan kita, mulai dari pendidikan, kesehatan, air bersih, sampai ketahanan pangan dan energi.
Bahkan, isu kekinian seperti mitigasi bencana akibat perubahan iklim dan program makan bergizi buat masyarakat juga masuk dalam radar prioritas,
Capaian 30 tahun Otda ini jadi pijakan buat terus level up dalam tata kelola pemerintahan.
Harapannya, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kesejahteraan di NTB bisa dirasakan secara merata sampai ke pelosok.






