Indramayu, medianasional.id – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, mendorong para petani melon di Indramayu untuk menyusun modul usaha tani guna mendongkrak daya saing dan jiwa kewirausahaan mereka. Riza menekankan krusialnya penguatan ekosistem ketahanan pangan desa serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat transformasi di sektor pertanian.
Saat menerima audiensi Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) di Jakarta, Riza meminta agar dibuatkan hitungan modul investasi untuk lahan per 500 meter persegi. Ia mengimbau petani agar tidak mencemaskan masalah modal karena pemerintah menyediakan berbagai skema bantuan, mulai dari hibah benih hingga pinjaman berbunga rendah lewat kerja sama dengan koperasi dan perbankan.
Sebagai langkah awal, ia menyarankan agar setiap kecamatan di Indramayu memiliki minimal satu titik pusat budidaya melon terfokus demi mencukupi kebutuhan pasar lokal dan memotong rantai pasok.
Merespons arahan tersebut, Ketua APEMI Ryan Rudyana menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan menyusun modul budidaya melon hidroponik berskala nasional. Program ini diharapkan mampu mendukung visi Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun perekonomian dari tingkat desa. Penasihat APEMI, Asep Rummi, turut mengapresiasi dukungan penuh dari Kemendes PDT ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.






