BANTUL, medianasional.id – Arus lalu lintas di Simpang Tiga Piyungan, jalur utama penghubung Yogyakarta–Gunungkidul, kembali menerapkan sistem buka-tutup dan rekayasa lalu lintas contraflow mulai Senin (20/7/2026) pukul 13.15 WIB. Kebijakan tersebut diberlakukan seiring dilanjutkannya proyek pemasangan rigid beton di kawasan tersebut.
Sebelumnya, proyek sempat dihentikan sementara dan jalur dibuka normal sejak 30 Juni 2026 untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan selama masa libur sekolah dan musim liburan menuju berbagai destinasi wisata di Kabupaten Gunungkidul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan bahwa pengaturan arus lalu lintas dilakukan menggunakan sistem buka-tutup secara bergantian, disertai rekayasa contraflow dengan memanfaatkan sebagian badan jalan yang masih dapat dilalui. Pekerjaan saat ini difokuskan pada pemasangan rigid beton di sisi utara Simpang Tiga Piyungan dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
“Betul, mulai siang kemarin kami sudah menerapkan sistem buka-tutup dan contraflow di Simpang Tiga Piyungan. Langkah ini dilakukan untuk melanjutkan pemasangan rigid beton yang sebelumnya dihentikan sementara guna mengakomodasi lonjakan arus kendaraan saat libur sekolah,” ujar Iptu Rita Hidayanto, Selasa (21/7/2026).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut diambil demi menjaga keselamatan para pekerja sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai target.
“Kami memohon kesabaran dan pengertian seluruh pengguna jalan. Pengerjaan ini bertujuan meningkatkan kualitas jalan agar lebih kokoh, awet, dan aman dilalui kendaraan, baik kendaraan ringan maupun berat. Petugas juga telah disiagakan di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas agar tetap berjalan seefisien mungkin,” tambahnya.
Polres Bantul mengimbau masyarakat yang akan melintas di jalur Yogyakarta–Wonosari maupun sebaliknya untuk mengatur waktu perjalanan dengan berangkat lebih awal guna mengantisipasi antrean kendaraan. Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan jalur alternatif, seperti rute Imogiri–Patuk maupun jalur lain sesuai arahan petugas di lapangan.
Selain itu, masyarakat diminta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti petunjuk petugas, serta mengutamakan keselamatan selama melintas di kawasan Simpang Tiga Piyungan hingga pekerjaan selesai pada akhir Juli 2026. (Red/wid)






