Kampar, medianasional.id – Salah seorang Warga Muhammadiyah membantah tudingan Kapolres Kampar, AKBP. Rido Purba, SIK, yang mengatakan, bahwa terkait beredar sepanduk penolakan terhadap dirinya itu adalah orang yang anti vaksin.
Bantahan itu datang dari Herman Hidayat yang diketahui adalah seorang Kepala Sekolah Dasar (Kepsek) Muhammadiyah yang terletak di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar. Ia menilai sang Kapolres hanya menggiring ke arah lain.
Herman Hidayat, menyampaikan bantahan itu dalam tulisan akun Facebook miliknya, pada hari Rabu (16/2/22). Ia menyebut beredar sepanduk penolakan terhadap AKBP Rido Purba itu tidak ada hubungannya dengan anti vaksin.
“Teman – teman jangan mudah tergiring ke arah lain, karena saya bicara tidak ada hubungannya dengan anti vaksin. Karena saya sudah di vaksin,” tulis Herman Hidayat dalam akun FB nya.
“Yang saya sorot hanya arogansi pemimpin kita yang seharusnya mencontohkan dan menyejukkan masyarakat,” sambungnya Herman.
Selanjutnya Herman Hidayat dalam tulisan akun FB nya juga menjelaskan pemintaan maaf yang ia sampaikan, karena ada yang merasa terzolimi. “Saya minta maaf, karena ada yang merasa terzolimi dan tidak menerima apa yang saya sampaikan. Karena memang setiap kata yang kita ucapkan kita tidak bisa memaksa orang untuk setuju dan menerima kata – kata itu,” ujarnya.
“Dan minta maaf adalah sesuatu yang mulia, biarlah Allah SWT yang akan menjawabnya. Sesungguhnya kebathilan pasti hancur dan kebenaran pasti akan berkembang. Doa saudara semua adalah kekuatan kita untuk bangkit dari penindasan dan kesewenang2an” tulis Herman di akun FB nya.
Sumber : Haluanriau.co
Editor : Robinson Tambunan.






