KENDAL- medianasional.id- Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq mendukung rencana pemberlakuan kembali sekolah enam hari di Jawa Tengah. Dukungan itu muncul, menyusul adanya keluhan dari berbagai masyarakat, mulai dari orang tua murid, guru, hingga tokoh masyarakat yang menilai sistem sekolah lima hari tidak efektif.
Banyak orang tua murid mengeluhkan menurunnya efektivitas belajar siswa ketika jam pelajaran berlangsung hingga sore. Kajian psikologis menunjukkan anak usia SD dan SMP memiliki keterbatasan konsentrasi setelah pukul 13.00, sehingga materi pada jam tersebut sulit terserap.
“Hal ini berdampak pada kualitas pembelajaran harian,” ujar Mahfud Sodiq, Selasa (25/11/2025).
Dia menambahkan, kondisi ini membuat siswa cepat lelah dan menurunkan motivasi belajar, terutama bagi anak-anak yang harus menempuh perjalanan jauh ke sekolah.
Fasilitas sekolah yang ada juga belum sepenuhnya mendukung jam belajar lebih panjang. Musala, masjid, dan tempat wudu belum memadai, sehingga ibadah berjamaah terpaksa dilakukan secara bergantian dengan waktu yang sangat terbatas.
Keselamatan siswa saat pulang juga menjadi perhatian. Jam pulang yang bertepatan dengan pekerja meninggalkan kantor membuat transportasi umum padat, rawan berdesakan, dan meningkatkan risiko gangguan keamanan maupun perundungan di perjalanan.
Selain itu, kesempatan siswa mengembangkan bakat di luar akademik pun terpangkas. Waktu pulang yang lebih sore membuat mereka kesulitan mengikuti kegiatan olahraga, seni, atau pendidikan keagamaan di madrasah diniyah dan TPQ yang biasanya dimulai pukul 14.00.
Anak-anak di pedesaan atau wilayah pegunungan menghadapi tantangan tambahan karena akses transportasi terbatas. Perjalanan pulang yang lama dinilai memberatkan, terutama bagi siswa perempuan yang harus menempuh rute jauh dengan transportasi minim.
Ketua legislatif Kendal menegaskan aspirasi masyarakat menjadi dasar penting pengembalian sekolah enam hari. Ia berharap pemerintah provinsi mempertimbangkan kondisi lapangan agar tidak menambah beban siswa maupun sekolah.
“Kami ingin pendidikan berjalan sesuai kebutuhan anak dan kondisi masyarakat di daerah,” ujarnya, sambil menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap perbaikan kualitas pendidikan dan kenyamanan siswa.(*)




