Sejumlah Bantuan Korban Tanah Longsor Desa Mergolangu Kalibawang Mulai Berdatangan 

Wonosobo271 Dilihat

Wonosobo, medianasional.id – Sejumlah pihak mulai mengulurkan tangan kepada para korban bencana tanah longsor di Desa Mergolangu Kecamatan Kalibawang. Tercatat, BPBD, Dinas Sosial PMD, Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, PMI Kabupaten, Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten, serta elemen masyarakat lainnya yang bersimpati, mulai mengirimkan beberapa paket bantuan pada Selasa (2/11/2021).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono ketika ditemui di sela dropping bantuan di Balai Desa Mergolangu menyebut bantuan yang berdatangan berupa paket obat-obatan dari PMI, Sembako dari Dinsos PMD dan Dispaperkan, serta material seperti seng dan triplek dari BPBD. “Kemudian ada pula bantuan sejumlah 77 paket dari Satgas COVID-19 dan unsur masyarakat yang berempati terhadap kondisi darurat warga Mergolangu ini,” tutur Bambang.

Desa Mergolangu, disebut Bambang menjadi wilayah terparah terdampak bencana yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Wonosobo, akibat intensitas hujan tinggi pada akhir pekan lalu. Tak kurang dari 32 Kepala Keluarga di desa tersebut, menurut Bambang terpaksa harus mengungsi ke Balai Desa lantara rumah mereka terdampak bencana tanah longsor. “Kerugian diestimasi oleh Pak Kades mencapai sekitar 172 Juta Rupiah karena di antara yang mengalami kerusakan termasuk pula di dalamnya kandang kambing dan sejumlah bagian strategis rumah,” bebernya. Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum di Mergolangu menurut Bambang juga rusak, seperti ruas jalan Mergolangu – Prigi dan ruas Wonosari-Mentasari serta jembatan penghubung antar dusun yang rusak berat.

Kepala Desa Mergolangu, Bambang Wahono dalam keterangan tertulisnya menyebut ada setidaknya 47 rumah warga yang terdampak, baik dalam kategori ringan, sedang, hingga berat. “Untuk estimasi nilai kerugian materiil, ada yang mulai dari kisaran 2,5 Juta Rupiah, sampai yang terbesar mencapai 35 Juta Rupiah serta satu orang warga atas nama Kaspar mengalami luka ringan,” bebernya.

Mengingat ancaman di sejumlah titik masih mengancam lantaran intensitas hujan yang masih tinggi, maka ia meminta 32 KK untuk sementara mengungsi di Balai serba guna kantor desa Mergolangu. Selain membutuhkan bantuan berupa material untuk rehab rumah terdampak, Bambang Wahono juga mengaku banyak keluarga yang mengungsi membutuhkan bantuan berupa pakaian, selimut, dan peralatan mandi, serta obat-obatan.

 

Reporter : Andika

Editor : Drajat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses