SD Muhammadiyah Pendowoharjo Perkuat Pendidikan Khas Kejogjaan, Siapkan Generasi Berakhlak Mulia

DI.Yogyakarta1543 Dilihat

Bantul,-medianasional.id-SD Muhammadiyah Pendowoharjo terus memperkuat pendidikan karakter dengan mengimplementasikan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) sebagai bagian dari budaya sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berakhlakul karimah, santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta.

Komitmen tersebut mengemuka saat Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan Pendampingan Mandiri Fungsional Widyaprada di SD Muhammadiyah Pendowoharjo, Jumat (10/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dua Widyaprada BPMP DIY, Yudha Kurniawan dan CH. Sri Wahyu Widayati, melakukan penjajakan awal bersama Kepala SD Muhammadiyah Pendowoharjo, Ardiani, untuk memetakan kebutuhan pengembangan mutu sekolah berbasis data Rapor Pendidikan.

Hasil evaluasi menunjukkan capaian mutu SD Muhammadiyah Pendowoharjo berada pada kategori baik dengan mayoritas indikator berwarna hijau. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai akademik semata.

“Kami ingin peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berakhlak mulia, santun, serta mampu menerapkan tata krama khas Yogyakarta dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ardiani.

Menurutnya, pendidikan karakter harus diwujudkan melalui pembiasaan nyata dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya membiasakan siswa menghentikan permainan ketika ada tamu datang, menyapa dengan ramah, mengucapkan salam, menanyakan keperluan, hingga mengantarkan tamu kepada pihak yang dituju.

“Kebiasaan sederhana seperti itu merupakan bentuk penghormatan kepada sesama sekaligus implementasi nilai-nilai budaya Yogyakarta yang ingin kami tanamkan sejak dini,” jelasnya.

Melalui pendampingan tersebut, BPMP DIY bersama pihak sekolah menyusun berbagai strategi implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan, mulai dari pembiasaan budaya ngajeni, penggunaan bahasa Jawa yang santun dalam situasi tertentu, penguatan etika menerima tamu, hingga membangun budaya sekolah yang menjadikan sopan santun sebagai identitas seluruh warga sekolah.

Pendampingan Mandiri Fungsional Widyaprada sendiri merupakan layanan BPMP DIY kepada satuan pendidikan sebagai implementasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) sekaligus mendukung efisiensi anggaran pemerintah. Melalui pendekatan kolaboratif berbasis data, sekolah didampingi untuk menemukan potensi pengembangan sesuai karakteristik masing-masing.

BPMP DIY menegaskan, pendampingan bukan untuk mencari kekurangan sekolah, melainkan menjadi ruang refleksi bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Dengan modal mutu yang telah baik, SD Muhammadiyah Pendowoharjo kini memfokuskan penguatan karakter sebagai identitas sekolah. Harapannya, setiap lulusan tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang berempati, menghormati sesama, santun dalam bertutur, ringan membantu, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Penguatan Pendidikan Khas Kejogjaan di SD Muhammadiyah Pendowoharjo menjadi bukti bahwa pendidikan bermutu tidak hanya melahirkan siswa yang pintar, tetapi juga generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan jati diri sebagai masyarakat Yogyakarta.(wid) .

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses