TUBABA, Medianasional.id
Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tulangbawang Barat menyambut kedatangan M Firsada sebagai penjabat Bupati di Kabupaten setempat, dan berharap hubungan dan kebersamaan yang terjalin selama ini akan tetap terbina dan terpelihara dengan baik.
“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Tubaba kepada Penjabat Bupati Bapak Drs. Muhammad Firsada, M.Si. dan Ketua TP-PKK Ibu Dra. Hanita Farial, M.Si. Semoga dibawah kepemimpinan Bapak serta Ibu di daerah berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai ini, dapat terwujudnya sistem pemerintahan daerah yang lebih baik, serta dapat memberi pelayanan prima kepada masyarakat di daerah yang sama-sama kita cintai ini,” ungkap Sekretaris Daerah Ir Novriwan Jaya, SP saat memberikan sambutan pada kegiatan Pengantar Tugas Pj Bupati Tubaba oleh Gubernur Lampung yang diwakili Asisten III Pemprov Lampung, Dr. Senen Mustakim, di Ruang Rapat Bupati, Panaragan, Selasa (23/5/2023).
Orang nomor satu di jajaran Aparatur Sipil Negera (ASN) Kabupaten Tubaba tersebut berharap besar dibawah kepemimpinan M Firsada, hubungan dan kebersamaan yang terjalin selama ini akan tetap terbina dan terpelihara dengan baik, dan semoga dapat terus kita tingkatkan, demi terwujudnya program pembangunan yang berkesinambungan.
“Kami berharap Bapak dan ibu dapat tinggal (menetap-red), dan melaksanakan tugas dengan nyaman di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai ini,” ucap Novriwan.
Dihadapan jajaran pejabat Pemprov Lampung dan Pj Bupati Tubaba, jajaran Forkopimda dan pejabat di lingkup Pemkab Tubaba, Novriwan menjelaskan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat atau yang sering kita kenal dengan sebutan Tubaba merupakan daerah yang dulunya sering disebut dengan daerah yang bukan-bukan, yaitu Bukan Tujuan Bukan Perlintasan, daerah yang sepi dan terpencil sehingga belum ada alasan orang untuk menuju ke Tulang Bawang Barat. Namun, menjadi bukan-bukan, bukan sebuah kekurangan, melainkan kesempatan bagi kami untuk membangun daerah ini dari Nol dengan penuh idealisme.
“Tubaba bukan sekedar lagi singkatan dari Tulang Bawang Barat, namun Tubaba merupakan sebuah nilai, sebuah masa depan yang ingin kami tuju, sebuah cita-cita pembangunan, baik manusia maupun wilayahnya. Proses pembangunan Tubaba diawali dengan pembangunan karakter manusianya, dengan memegang teguh prinsip Nemen, Nedes dan Nerimo (Nenemo),” ulasnya.
Sekda mengurai bahwa Nenemo tersebut yaitu Nemen; Bekerja Keras, Nedes; Tahan Banting, dan Nerimo; Ikhlas. Ini menjadi landasan utama kami menuju masa depan Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu Tubaba.
“Seperti layaknya kata sifat se-yogyanya yang diambil dari kata Yogya, karena orang-orang yogya yang dianggap baik maka kata se-Yogyanya di-sepadankan dengan kata sebaiknya. Begitu juga dengan kami saat ini, bukan tidak mungkin bila nanti juga akan ada kata se-Tubaba,” kata dia.
Ciri-ciri dari Tubaba, kata dia, terbagi menjadi dua, yakni ciri ruang dan manusianya. Ciri ruang Tubaba tercermin di dalam arsitektur-arsitektur yang dibangun. Ada tiga komponen yang tercakup dalam pembangunan di Tubaba, yaitu factor pendatang, budaya dan spiritualisasi, serta ekologi.
Selain itu, Pembangunan di Tubaba juga berasal dari nilai yang sudah mengakar, baik yang berasal dari suku asli Tubaba maupun para penduduk transmigrasi-nya.
Lalu untuk ciri orang Tubaba, ulasnya lagi, adalah orang yang memegang teguh prinsip Nenemo (Nemen, Nedes dan Nerimo) serta memiliki gaya hidup sederhana, setara, dan lestari, tidak merasa lebih tinggi atau hebat dan tetap menjaga kelestarian alamnya.
“Tentunya, untuk menggapai nilai-nilai itu, demi menuju Tubaba yang di cita-citakan, kami butuh teman untuk menanamkan sebuah kebaikan di Tubaba, kita butuh untuk dapat bekerjasama di dalam seluruh kesempatan. Untuk itu Kami berharap kepada Bapak Drs. Muhammad Firsada, M.Si. dan Ibu Dra. Hanita Farial, M.Si khususnya. bisa menjadi teman kami menuju masa depannya Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu Tubaba,” tutupnya.






