Sahrudin, S.Pd Bertekad Membangun Kota Agung Melalui Pilkades 2019

Lampung Selatan387 Dilihat

 

Lampung Selatan, medianasional.id – “Kita harus membiasakan diri mengerjakan hal yang benar, bukan selalu membenarkan hal yang biasa”. Begitulah ihtiar seorang pemuda bernama Sahrudin, S.Pd yang memberanikan diri untuk maju di Pemilihan Kepala desa (Pilkades) di Kota Agung periode 2019-2025.

Sahrudin, S.Pd. atau yang sering dipanggil bang Udin lahir di  Desa Kota Agung , 14 November 1981 menimba ilmu hingga bergelar Sarjana Pendidikan di Universitas Lampung (UNILA) tahun 2006. Ia sudah bekerja selama 8 tahun menjadi Seorang Guru dan tenaga Administrasi. Modal pengalaman dan ilmu yang didapatnya dalam berorganisasi dan bermasyarakat
dia memberanikan diri untuk ikut berkompetisi dalam merebut kursi Kepala desa tempat Ia dilahirkan.

Kelak jika masyarakat memberikan mandat kepadanya, Sahrudin bertekad akan membangun struktur pemerintahan desa yang berkemajuan tinggi, berkemampuan serta berkeadilan.

“Sebab Jika sudah didasari dengan kemauan yang besar maka semua akan berjalan dengan baik dan untuk masalah kemampuan setiap orang bisa belajar. Struktur organisasi di desa juga harus profesional, tidak kalah dengan yang ada di kota, semua sistem teknologi informasi, kita harus bekerja keras mencapainya, Teknologi Informasi harus hadir didesa,” bebernya.

Selain itu juga dia menawarkan sistem pemerintahan Open Management (manajemen terbuka). Dengan sistim open manajemen ini setiap masyarakat berhak melakukan control sosialnya agar tetap berjalan pada koridor sistem yang sudah dibangun.

“BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan target kita kedepan selama 6 tahun. Sebab peran BUMDes ini sangat berdampak besar pada masyarakat dalam meningkatkan perekonominya. Besarnya
dana desa yang digelontorkan Pemerintah melalui program Kemendes ini akan sangat membantu setiap desa untuk mendirikannya. Asalkan sudah didasari dengan kemauan dan tekad yang kuat.

Baginya usia bukanlah menjadi jaminan untuk menentukan tingkat kedewasaan seseorang, diusia yang masih 38 tahun dia tetap berpikir optimis bahwa dia mampu untuk bekerja membangun  desanya jika terpilih kelak.

Dia mengatakan bahwa keinginannya untuk menjadi seorang Kepala Desa karena merupakan Panggilan dari hati. Ia mau menunjukan bahwa semua masyarakat berhak ikut berkompetisi. (kusnadi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses