
Batang, redaksimedinas.com – Olahraga tinju merupakan olahraga extreme dengan body contact yang sudah cukup populer di masyarakat, karena olah raga yang tergolong keras tak banyak orang yang menjadi atlit tinju.
Tetapi tak sedikit pula kaum hawa yang berani menjadi atlit tinju, seperti dalam turnamen tinju Pekan Olah Raga Daerah tingkat Karesidenan Pekalongan banyak bermunculan atlit tinju yang bertarung di Sasana Roban Fighting Club Kelurahan Kauman Batang Minggu, 25/3/18.
Paras cantik nan ayu dan tubuh putih langsat yang dimiliki Safa Rahmania ( 18 ) adalah atlit tinju dan Muaythai yang berasal dari Bojong Kabupaten Pekalongan menjadi primadona di atas ring tinju, gaya tinju yang sportif dan pukulan yang keras serta mematikan ia dapatkan berkat latihan keras setiap harinya.
” menjadi atlit jadi pilihan saya kerena hoby dengan olahraga beladiri tinju dan muaythai yang mendorong saya untuk selalu berada di ring tinju,” Kata Safa Rahmania
Iapun mengaku baru dua bulan ikuti olah raga muaythai dan tinju namun sudah bisa menorehkan prestasi walupun masih ditingkat daerah, kegigihan latihan kerasnya pun bisa masuk seleksi provinsi untuk olah raga muaythai.
Ketua Panitaia turnamen tinju dr. Tri Handoko mengatakan, POPDA kali ini ada 32 atlit yang bertanding, yang diikuti oleh Kabupaten Brebes, Tegal, Pekalongan, Batang, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal.
” Dalam turnamen ini 6 (enam) kabupaten dan kota mengirimkan hanya saja Kabupaten Pemalang yang tidak mengirimkan atlit tinjunya.” Kata dr. Tri Handoko
Adapaun kelas yang di pertandingkan untuk putra 46 kg, 49 kg, 52 kg dan 56 dan untu kelas Putri 45kg, 48kg dan 51kg.
Akan tetapi untuk kelas putri hanya Kabupaten Brebes yang mengirimkan atletnya, sehingga tidak di pertandingkan.
” Kelas Putri hanya Kabupaten Brebes yang mengirimkan 3 atlitnya, sehingga tidak dipertandingkan, namun untuk pertandingan putri sebagai partai tambahan untuk sparing partners muaythai yang mempertandingkan atlit tinju putri atas nama Luber dari Kabupaten Batang dan Safa Rahmania dari Kabupaten Pekalongan,” kata Tri Handoko

Ini pertama kali diadakan di Batang.
Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kabupaten Batang Eko Widianto mengatakan, turnamen tinju kali ini sebagai ajang pembinaan dan pencarian bibit atlit, sekaligus untuk memeriahkan hari jadi Kabupatrn Batang yang ke 52 tahun.
” Beladiri sebagai olah raga yang mulia maka harus dimanfaatkan sesuai filosofi beladiri yaitu satria didalam dan di luar ring,” Kata Eko Widianto
Dijelaskan juga agar para atlit dan ofisial untuk tetap menjaga sportivitas dan kekompakan, karena kita hanya bermusuhan di ring, di luar kita adalah saudara untuk saling membantu memberi kesempatan.
” Didalam turnamen pertandingan tinju dan muaythai ini bisa melahirkan atlit – atlit yang mengharumkan dan membawa nama baik pantura Jawa Tengah dari Kabupaten Batang sampai dengan Kabupaten Brebes, karena kita memiliki potensi atlit yang luar biasa,” Jelas Eko Widianto (50N /3D0).





