Remaja Jateng Tunjukkan Kepedulian Lewat Lomba Esai “Kontribusi Remaja dalam Perencanaan Kehidupan Berkeluarga”

Uncategorized271 Dilihat

SEMARANG- medianasional.id- Forum Generasi Berencana (Genre) Jawa Tengah bersama Pelataran Sastra Kaliwungu, didukung oleh BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, sukses menyelenggarakan Lomba Penulisan Esai Remaja Jawa Tengah 2025 bertema “Kontribusi Remaja dalam Perencanaan Kehidupan Berkeluarga”. Kegiatan yang digelar secara daring ini menjadi wadah bagi remaja untuk menuangkan gagasan kritis dan inovatif dalam menghadapi persoalan sosial di sekitarnya.

Lomba yang berlangsung sejak Agustus hingga September 2025 ini diikuti 340 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan rentang usia 16–24 tahun. Para peserta mengangkat beragam subtema seperti Remaja sebagai Calon Orang Tua Teladan, Kesehatan Mental Remaja, Remaja Cegah Stunting, hingga Perkawinan Anak. Antusiasme tinggi para remaja menunjukkan bahwa generasi muda kini semakin peduli terhadap isu keluarga, kesehatan, dan masa depan bangsa.

Setelah melalui seleksi ketat, terpilih 10 finalis terbaik yang mempresentasikan gagasan mereka pada 10 Oktober 2025 secara virtual. Dewan juri terdiri atas Heri C. S. (Chief Editor Radio Idola dan pegiat literasi Jawa Tengah), M. Lukluk Atsmara Anjaina (Sekjen Pelataran Sastra Kaliwungu dan mantan Ketua Forum Genre Jawa Tengah), serta Eka Susanti (pengurus Forum Genre Jawa Tengah 2024–2026 dan Mapres Unnes 2025).

Dari hasil penilaian akhir, Rizqiyani Syifa Widiastuti dari Kabupaten Pekalongan berhasil meraih Juara I dengan esai berjudul “Youth Legal Clinic: Inovasi Paralegal Remaja Desa untuk Advokasi Hukum Cegah Perkawinan Anak.” Juara II diraih Finkan Larasati dari Purworejo dengan esai “Nara: Narasi Remaja dan Lansia untuk Menguatkan Kesehatan Mental dan Kesiapan Berkeluarga”, sementara Adha Dwi Fathurrochman dari Surakarta meraih Juara III dengan karya “Gampilwatch: Inovasi Smartwatch IoT untuk Deteksi Kesehatan Mental Remaja.”

Salah satu juri, Heri C. S., mengaku terkesan dengan kualitas karya peserta. Ia menambahkan bahwa ide-ide seperti Youth Legal Clinic dan Gampilwatch harus diwujudkan menjadi aksi nyata agar tidak berhenti di atas kertas.

“Membaca esai-esai mereka membuat saya optimistis. Remaja kini tidak hanya peka, tapi juga mampu menawarkan solusi konkret atas persoalan bangsa, seperti stunting, kekerasan anak, hingga pernikahan dini,” ujarnya.

Ketua Forum Genre Jawa Tengah, M. Khotibul Umam, turut menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta. “Remaja bukan sekadar objek masalah, tetapi sumber utama solusi. Energi dan kreativitas mereka harus diubah menjadi rencana aksi yang berdampak sosial,” tegasnya. Ia menyebut beberapa karya akan diintegrasikan dalam program pencegahan stunting, perkawinan anak, dan penguatan kesehatan mental remaja.

Senada, Presiden Pelataran Sastra Kaliwungu, Bahrul Ulum A. Malik, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi ratusan remaja Jawa Tengah. “Sebanyak tiga ratus lebih remaja telah menuangkan gagasan luar biasa. Semua karya ini akan kami himpun dalam buku bunga rampai berjudul ‘Perencanaan Kehidupan Berkeluarga – Remaja Jawa Tengah’ sebagai bentuk dokumentasi ide dan semangat mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahrul menekankan bahwa gagasan-gagasan remaja memiliki nilai praksis tinggi dan layak diwujudkan. “Banyak ide yang bisa diterapkan, mulai dari edukasi hukum, pencegahan narkoba, hingga penguatan kesehatan mental. Tujuannya satu: membentuk remaja yang siap menghadapi kehidupan berkeluarga dengan tangguh dan bijak,” tambahnya.

Pemenang pertama, Rizqiyani Syifa Widiastuti, mengaku bangga sekaligus terharu atas pencapaian tersebut. “Bagi saya, kemenangan ini bukan tentang siapa yang terbaik menulis, tetapi tentang bagaimana ide dapat membawa perubahan nyata. Youth Legal Clinic saya gagas agar remaja di desa memiliki akses pengetahuan hukum dan berani memperjuangkan haknya,” tuturnya.

Lomba Penulisan Esai Remaja Jawa Tengah 2025 menjadi bukti bahwa literasi mampu menjadi sarana pemberdayaan generasi muda. Melalui ajang ini, Forum Genre Jawa Tengah dan Pelataran Sastra Kaliwungu berharap dapat menumbuhkan ekosistem literasi yang kritis, kreatif, dan solutif, sekaligus melahirkan generasi remaja yang siap membangun masa depan keluarga dan bangsa dengan penuh kesadaran.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses