Puluhan Tahun Jalan Di Desa Ujung Teran Kecamatan Tigalingga Rusak 

Dairi496 Dilihat

Dairi, medianasional.id – Warga Desa Ujung Teran, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi mengeluhkan kondisi jalan rusak parah di desanya yang sudah terjadi selama puluhan tahun, kondisi ini di nilai luput dari perhatian pemerintah kabupaten Dairi.

Pantauan media, terlihat jelas bagaimana kondisi jalan sudah sangat rusak, sebagian besar aspal jalan sudah terkelupas sehingga terlihat sangat begitu jelas batu-batu besar menyembul di tengah jalan, dikhawatirkan dapat menggangu keselamatan pengguna jalan kaki maupun pengguna kendaraan, dan jika di biarkan berlarut-larut kondisi jalan ini akan semakin bertambah parah, untuk itu masyarakat Desa Ujung Teran mengharapkan sekali ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Dairi untuk desanya.

Menurut keterangan beberapa warga jalan penghubung desa Sumbul tengah dan Desa Ujung Teran yang sudah masuk status jalan kabupaten Dairi ini sudah puluhan tahun tidak pernah di perbaiki, akibat kerusakan jalan ini warga mengaku kesulitan memasarkan hasil panennya ke pasar Kecamatan Tigalingga yang terbilang jauh dari desa tersebut.

Warga memperkirakan kondis jalan rusak mencapai 7 Km dan jalan yang paling rusak mencapai 4 KM yang saat ini terdapat di beberapa dusun sehingga menyusahkan pejalan kaki dan menyulitkan pengguna kendaran roda 2 maupun roda 4, yaitu Dusun Ujung Teran, Dusun Lae Marsening, Dusun Gambar, Dusun Peasanggar.

Akibat jalan rusak ini warga mengaku terpaksa menjual hasil panen dari ladangnya kepada toke yang datang ke desanya, serta mengeluarkan biaya tambahan.

Salah seorang warga mengatakan jalan tersebut sudah pernah di ukur oleh orang yang mengaku dari pemerintahan kabupaten Dairi dan dijanjikan akan di aspal pada bulan 2 tahun 2023 namun kenyataannya nihil.

“Kalau tidak salah kurang lebih tujuh kilo meter, sudah pernah di ukur di janjikan akan di aspal bulan 2 tahun 2023 ini, katanya dari kantor bupati katanya, pokoknya nanti semua jalan ini akan hitam (diaspal ),” ujar Boru Lumban Raja menirukan.

“Intinya masyarakat desa ujung terang sangat membutuhkan perhatian pemerintah supaya memperhatikan nasib kami karena jika di biarkan terus lama-lama jalan ini akan semakin bertambah parah, yang paling parah itu mencapai empat kilo meter, kami terpaksa menjual hasil ladang ke toke yang datang ke sini tapi kami harus mengeluarkan biaya angkut, yang biasanya jalan ini biasa kami tempuh sepuluh menit sekarang menjadi setengah jam,” ujar angkat menimpali pembicaraan dengan awak media, Kamis (14/09/2023).

Terkait dengan ini Kabid Bina Marga PUTR Kabupaten Dairi, Makaryos Sagala saat di temui di sela-sela kesibukannya, Jumat (15/09/2023) mengatakan, perbaikan jalan di Desa Ujung Teran akan di lakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.

“Akan di lakukan secara bertahap, angaran kita terbatas,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses