
Tanggerang, medianasional.id Predikat Presentasi konsep smart city Bupati Batang Wihaji mendapat apresiasi dari time penguji closing ceremony menuju 100 smart city yang berlangsung di Nusantara Hall-ICE BSD City Tanggerang Selatan Banten (12/12).
Saat ini sebagai salah satu Kabupaten yang telah MOU menuju 100 smart city Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Wihaji berkesempatan memaparkan konsep yang di dampingi Kepala Dinas Kominfo Jamal Abdul Naser, Plt. Bapelitbang Lany Dwi Rezeki.
“Tentunya saya sangat senang dan tertarik karena konsepnya luar biasa, Bupati Wihaji menyakinkan kita semua dengan kreatifitas inovasinya memanfaatkan potensi sumber daya alam yang sangat strategis dalam membangun daerahnya menjadi smart ,” kata tim penguji Farid Subahan pendamping smart city Kominfo RI.
Saat ini tata kelola e-goverment, branding wisata, ekonomi living dan smart infairent yang di yakinkan dengan komitmen kepala daerah lanjutnya, yang mana kegiatan ini sebagai upaya komitmen Bupati dan sebagai sistem penentu utama dalam perencanaan pembangunan. Dan itu ada di Kabupaten Batang.”tuturnya
“Saat ini setelah kami lakukan evaluasi dokumen presentasinya bagus dan saya yakin dapat di selaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD), karena sudah ada roadmap yang tinggal di jalankan saja,” jelas Farid Subkhan founder dan CEO Citiasiainc.
Dilanjutkan, Ia pun memberi catatan bahwa konsep jangka panjang bukan menjadi tanggung jawab Bupati Wihaji saja, akan tetapi harus ada kejelasan kepastian akselerasi smart city yang pembangunan jangka panjangnya sampai 2028, sehingga harus ada kesinambungan dengan bupati periode selanjutnya, “ucapnya.
Di paparkan di hadapan lima penguji dari kalangan akademisi ITB dan pakar IT, Wihaji menjelaskan bahwa konsep smart city Batang Resouces Integration and Callaboration System (BRICS) sebagai sistem informasi sumberdaya pemerintah terintegrasi dan kolabolarasi yang sudah smart dengan e-goverment.
“Saat ini progam smart city kita telah memiliki visi dan misi yang nyaman sebagai tempat tinggal dan tempat beraktivitas, ramah untuk kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta kerukunan antar umat, Kreatif dalam menciptakan atmosfir kota yang inspiratif, sehingga akan mewujudkan Kabupaten Batang yang Nyaman, Ramah, Kreatif, Inovatif dan berdaya saing dalam menciptakan atmosfir kota yang inspiratif yang berbeda efektif, efisien dan sederhana mengikuti perkembangan teknologi,” Kata Wihaji
Lanjutnya, di jelaskan pula bahwa konsep smart city akan merubah pola pikir masyarakat sehingga harus efektif, efisien dan sederhana, karena merubah pola pikir masyarakat tidaklah mudah, untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah harus ada sukses history.
“Saat ini kami punya program sosial yang smart yaitu e-sakti (elektronik santunan kematian) yang tidak nipu, tidak hanya janji, tapi jelas sumber dananya dan yang mendapatkannya pun jelas, mudah dan cepat dengan hanya menggunaka HP santunan kematian Rp 1 juta bisa di cairkan,” jelasnya
Adapun dalam penerapan smart city, smart village dan smart go grend ini untuk mempermudah masyarakat terlayani dengan pemanfaatan IT, bukan mempersulit dan menambah masalah masyarakat, lanjutnya.
“Sekarang ini kita juga telah memasang spot – spot WiFi gratis di ruang publik di antarnya Alun-alun Kabupaten Batang, Pasar Batang, Hutan Kota Rajawali, RSUD Kota Batang, Jalan Veteran dan Pendopo Kabupaten Batang, hal ini juga untuk mendukung Kabupaten Batang sebagai daerah investasi dan pariwisata sebagai Heaven of Asia.
Dalam memasuki revolusi Industri 4.0 di katakan Wihaji, bahwa pemanfatan IT menjadi sebuah kebutuhan urgent masyarakat, sehingga Pemkab wajib memberikan pelayanan melalui program smart city yang sudah masuk dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah RPJMD.”jelasnya
Kontributor : Sukirno
Editor : Puji_Leksono






