Mandailing Natal, medianasional.id – Selama 7 (tujuh) tahun mengabdi di Pondok Pesantren Roihanul Jannah, kini tiba saatnya melepas, walau tidak ingin, tapi harus. Tujuh tahun itu waktu yang sangat singkat, untuk menuntut ilmu tiadalah batasnya.
Tahun ini Pondok Pesantren Roihanul Jannah melepas tamatkan 200 Peserta Didik Santri Putra dan Santri Putri Kelas-VII, masa priode angkatan ke-XVII tahun 2024. Pelepasan tamatan terlaksana di lingkungan Pondok Pesantren Roihanul Jannah Pasar Maga, Mandailing Natal, Selasa (04/06/2024).
Kegiatan itu berjalan dengan sukses dengan di isi beberapa rangkaian acara seperti Kata Sambutan Dari Buya Munir, Ceramah oleh Tuan Besar Malasiya dan Berunai Darus Salam, kata-kata sambutan Para Tamu Undangan, Perwakilan Orang Tua Santri dan Pidato Perpisahan dari Santri Kelas-VII Bahasa Arab, Bahasa Inggiris dan Bahasa Indonesia.
Kesuksesan Acara tersebut tidak luput dari peranserta Adik-adik kelas yang mempersiapkan dari Awal Sampe Akhir acara pengumuman penyerahan Ijasah dan hadiah bagi rengking 1 (satu) sampai dengan 10 (sepuluh) serta Panitia persiapan acara.
Acara pelepasan tamatan santri ke-VII dihadiri Tuan Besar Malaysia dan Brunai Darussalam, Bupati Mandailing Natal mewakili Dinas Pemerintahan, Kepala Kenenterian Agama Mandailing Natal, Ketua MUI, Kapolres yang di wakili, Camat Lembah Sorik Marapi, para orang tua Santri dan tamu undangan lainnya.
Buya Munir Ahmad Maimun dalam kata sambutannya mengatakan, “Tujuh tahun sudah Kalian Anak Didik Santri Putra Santri Putri menuntut ilmu di Pondok Pesantren Roihanul Jannah ini, sebagai generasi penerus, harpan Saya ilmu yang kalian dapatkan di Pondok Pesantren ini semoga dapat jadi bakal bekal hidup di manapun Kalian berada, selalu menjunjung tinggi norma agama dan menjaga nama baik Pondok Pesantren,” harapnya.
Abuya menambahkan, “Kalian nantinya akan berbaur dengan masyarkat, berbuat baiklah jangan meninggalkan Sholat. Hari ini kalian telah Wisuda harapan penuh dari Kami mewakili seluruh keluarga besar termasuk di dalamnya para Bapak Guru-guru Kami, Ibu Guru-guru Kami, meliputi Para Orang Tua, Santri Putra Santri Putri ingatlah selalu apa pesan-pesan yang telah di sampaikan Abuya, sisainlah hidup Kalian menggali ilmu setinggi langit, sebagai nasehat yang dapat Saya Sampaikan Bertakwalah di mana saja Kalian berada dan akhirilah perbuatan-perbuatan kalian yang kurang baik, tunjukkanlah dirimu sejatinya seorang santri yang mempunya adab dan sopan santun, pintanya.
Ilmu begitu penting dalam kehidupan ini, hidup akan tenang dengan ilmu, hari ini puncak terahair perpisahan genap 7 (Tujuh) tahun mengabdi menuntut ilmu di Pondok Pesantren, ilmu yang mereka dapat menjadi Motivasi dan dorongan bekal bakal hidup di manapun Mereka berbaur.






