Pohon Pengganti Beringin Alun Alun Purwokerto Belum Ditentukan

Jawa Tengah236 Dilihat

Purwokerto, redaksimedinas.com – Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, masih membersihkan sisa – sisa pohon beringin yang roboh beberapa waktu lalu. Pangkal pohon yang cukup besar itu harus dipotong-kecil kecil untuk memudahkan pengangkutan.

Kepala Bidang Kebersihan dan Petamanan DLH Ngadimin mengatakan setelah pembersihan selesai pihaknya segera mengundang berbagai pihak untuk dimintai pendapat, apakah akan ditanami pohon beringin kembali atau akan diganti jenis yang lainnya. Hal ini terkait dengan keamanan dan tradisi yang berlaku.

“Kami akan mendengar berbagai masukan dari berbagai pihak, baik secara teknis maupun tradisi, untuk kemudian melakukan penanaman pohon pengganti,” katanya

Terkait dengan tumbangnya pohon beringin yang berumur ratusan tahun di alun-alun Purwokerto itu, DLH terus melakukan pengawasan terhadap pohon pohon pelindung jalan, maupun yang berada di ruang publik yang dimungkinkan sudah tua atau tidak sehat.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pemangkasan pohon beringin yang ada di halaman pendopo Wakil Bupati, hal itu karena ada laporan masyarakat yang ketakutan saat terjadi angin besar, walaupun sebenarnya pohon tersebut masih masuk kategori sehat,” katanya

Namun karena keterbatasan menlit (mobil pohon), pihaknya memprioritaskan tanaman yang menghalangi rambu-rambu lalulitas, kemudian karena pengaduan dari masyarakat.

“Setiap hari mobil selalu on dan siap memangkas, memotong pohon yang membahayakan masyarakat,” katanya

Walaupun DLH sudah mendeteksi pohon-pohon pelindung, namun karena cuaca cukup ektrim bisa jadi pohon yang sehat karena kuatnya angin dapat mengakibatkan roboh, maupun patah. Dan untuk mengantisipasi itu pihaknya selalu rutin mengontol pohon dan melakukan patroli.

Terkait dengan pohon beringin yang berada di Jalan Ahmad Yani, pihaknya menilai pohon tersebut masih sehat. Namun demikian pemangkasan akan tetap dilakukan untuk mengurangi beban pohon dan daun yang terlalu rindang. (humas/dn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses