Banyumas, medianasional.id – Memasuki musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal, petani di Banyumas diimbau segera mempercepat masa tanam. Langkah ini dinilai penting untuk menghindari keterlambatan yang berpotensi menurunkan produktivitas panen.
Koordinator Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh, Fitriana, menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi strategi utama menghadapi prediksi BMKG terkait kemarau panjang. “BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini lebih cepat datang dan berlangsung lebih lama. Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
BPP Sumpiuh mendorong petani segera mengolah lahan setelah panen, termasuk mempercepat proses penyemaian benih. Penundaan masa tanam dikhawatirkan membuat petani kesulitan memperoleh pasokan air, terutama di wilayah rawan kekeringan. Fitriana juga merekomendasikan varietas padi yang lebih adaptif terhadap kondisi kering, seperti Inpari 30, Cilamaya, dan Logawa.
Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Desa Nusadadi, Rusmadi, menyatakan siap menindaklanjuti imbauan tersebut. Ia mengungkapkan telah menyusun jadwal penyemaian benih dalam waktu dekat. “Rencananya sepuluh hari lagi kami mulai semai benih. Ini bagian dari antisipasi agar hasil panen tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang,” katanya.
Dengan percepatan tanam dan pemilihan varietas yang tepat, diharapkan produktivitas pertanian tetap stabil meski menghadapi tantangan musim kemarau.






