Perkuat Status Lumbung Pangan Nasional, Pemkab Indramayu Ajukan Modernisasi Sarana Pertanian

Indramayu9021 Dilihat
INDRAMAYU, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Indramayu secara resmi mengajukan permohonan dukungan fasilitas sarana dan prasarana pertanian kepada Pemerintah Pusat. Langkah ini diambil guna memastikan keberlanjutan produksi pangan sekaligus merespons aspirasi para petani di lapangan.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa dukungan infrastruktur sangat krusial untuk mempertahankan posisi Indramayu sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
“Usulan ini murni aspirasi petani. Kita perlu memperkuat fondasi pertanian kita agar Indramayu tetap menjadi lumbung pangan yang tangguh,” ujar Lucky, Senin (4/5).
Tantangan Infrastruktur dan Perubahan Iklim
Meskipun memiliki luas Baku Sawah mencapai 124.517 hektare, sektor pertanian Indramayu masih dibayangi tantangan kompleks. Mulai dari fenomena perubahan iklim, kelangkaan tenaga kerja, hingga kondisi jaringan irigasi yang mulai mengalami kerusakan dan sedimentasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Indramayu memprioritaskan sejumlah proyek strategis, di antaranya:
  1. Normalisasi & Perbaikan: Fokus pada Waduk Cipancuh serta perbaikan Bendung Karet Waledan (Cantigi), Cipanas (Kandanghaur), dan Pangkalan (Lohbener).
  2. Mitigasi Bencana: Pembangunan kanal pembuang (Collector Drain) sepanjang 7,5 km di Kandanghaur untuk mengantisipasi banjir rob di lahan produktif.
  3. Pengembangan Irigasi: Percepatan operasional Bendungan Cipanas, Daerah Irigasi Cikawung Premium, Sadawarna, serta penyediaan 200 titik Irigasi Perpompaan (Irpom).
Dorong Modernisasi Pertanian
Selain infrastruktur fisik, Bupati Lucky juga menekankan pentingnya mekanisasi. Usulan bantuan mencakup pengadaan teknologi modern seperti drone pertanian, combine harvester besar, traktor roda dua, hingga vertical dryer.
“Modernisasi bukan sekadar gaya hidup, tapi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani di era digital ini,” tambah Bupati.
Capaian Gemilang Tahun 2025
Upaya keras seluruh pihak telah membuahkan hasil nyata sepanjang tahun 2025. Indramayu mencatatkan produksi padi yang fantastis sebesar 1,7 juta ton gabah kering giling (GKP) dengan produktivitas 68,24 kwintal per hektare. Angka ini setara dengan 900.931 ton beras yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama setahun penuh.
Atas dedikasi tersebut, Kabupaten Indramayu berhasil meraih penghargaan nasional dari Presiden RI sebagai peringkat ke-7 dalam peningkatan produksi beras nasional.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses