BERAU, medianasional.id – Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Kabupaten Berau menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 yang dirangkaikan dengan peringatan Paskah bersama pada Jumat, 1 Mei 2026. Bertempat di Dapur Teras, Jl. H. Isa 3, acara ini menjadi momentum penting bagi warga asal Sulawesi Utara di perantauan untuk mempererat tali persaudaraan.
Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, jajaran anggota dewan, serta keluarga besar Kawanua yang berdomisili di Kabupaten Berau. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Tari Maengket dan Tari Kabasaran, dua tarian ikonik Minahasa yang melambangkan rasa syukur dan keteguhan dalam menjaga kultur budaya Sulawesi Utara.
Ketua K3 Berau, Fentje Mantiri, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk. Ia mengingatkan warga Kawanua untuk selalu memegang teguh prinsip adaptasi di tanah rantau.
“Sebagai warga perantau, kita harus terus menjunjung tinggi adat istiadat setempat. Sesuai semboyan ’Dimana tanah dipijak, di situ langit dijunjung’, mari kita bersama-sama menjaga kerukunan dan berkontribusi positif bagi masyarakat Berau,” ujar Fentje.
Apresiasi juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Berau, Greace Langsa. Ia memuji konsistensi warga K3 dalam mengedepankan toleransi dan menghargai perbedaan. Menurutnya, semangat “Torang Samua Basudara” (Kita Semua Bersaudara) yang dibawa warga Kawanua merupakan aset berharga untuk membangun pembangunan di Kabupaten Berau.
Sementara itu, Penasihat K3 Berau, Ir. Jiang Bith, memberikan catatan penting terkait pelestarian adat. Beliau mengapresiasi kesuksesan acara tersebut dan menyarankan agar ke depannya posisi tokoh adat lebih dikedepankan dalam setiap kegiatan resmi sebagai bentuk penghormatan terhadap hierarki kultural.
Melalui perayaan HUT ke-9 ini, K3 Berau berharap dapat terus menjadi wadah yang solid bagi warga Manado di Berau serta menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan suasana daerah yang kondusif dan damai.






