Diduga Dipicu Masalah Rumah Tangga, Pria di Berau Nekat Aniaya Istri dengan Sajam

Berau9635 Dilihat
BERAU, medianasional.id – Kasus penganiayaan berat mengguncang kawasan perkebunan PT Hutan Hijau Mas (HHM), Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, pada Kamis (7/5/2026). Seorang pria berinisial I (26) diringkus polisi setelah diduga nekat menganiaya istrinya sendiri, H (20), menggunakan senjata tajam.
Kapolsek Segah, AKP Lisinius Pinem, mengungkapkan bahwa insiden berdarah ini bermula sekitar pukul 11.00 WITA. Saat itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor di area perkebunan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh pelaku hingga tersungkur.
“Setelah korban terjatuh, pelaku diduga langsung melakukan penganiayaan dengan senjata tajam. Akibatnya, korban menderita luka serius di bagian wajah dan kedua telapak tangan,” ujar AKP Lisinius.
Meski dalam kondisi bersimbah darah, korban sempat berjuang mencari pertolongan sebelum akhirnya ditemukan warga. Korban langsung dilarikan ke klinik perusahaan dan kini telah dirujuk ke RSUD dr. Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk mendapatkan perawatan intensif.
Gerak cepat Unit Reskrim Polsek Segah yang dibantu Satreskrim Polres Berau membuahkan hasil. Pelaku berhasil diciduk di pos satpam PT HHM sekitar pukul 15.00 WITA, atau hanya empat jam setelah kejadian, saat diduga hendak melarikan diri.
Terkait motif, polisi mensinyalir konflik rumah tangga menjadi pemantiknya. Diketahui, pasangan yang baru menikah selama sebulan ini sudah pisah ranjang.
“Motif sementara diduga karena pelaku tidak terima korban menolak melanjutkan hubungan rumah tangga, sementara pelaku masih memiliki perasaan terhadap korban,” lanjut Kapolsek.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan.
Polres Berau pun mengimbau masyarakat agar selalu mengedepankan kepala dingin dalam menyelesaikan persoalan pribadi guna menghindari tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses