SEMARANG – medianasional.id- Anggota DPR RI Raja Faisal Manganju Sitorus menggaungkan penguatan Empat Pilar Kebangsaan kepada warga Dusun Sajen, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperkuat nasionalisme dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah tantangan zaman.
Dalam sosialisasi tersebut, Raja Faisal menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar itu meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan menjadi semakin relevan di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang berpotensi menggerus rasa persatuan. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berjiwa nasionalis,” ujar Raja Faisal yang akrab disapa Bang Raja.
Ia menambahkan, implementasi Empat Pilar Kebangsaan dapat diwujudkan melalui sikap gotong royong, toleransi, serta saling menghormati antar warga. Nilai-nilai tersebut, kata dia, masih sangat kuat dan menjadi ciri khas kehidupan masyarakat pedesaan.
“Dampaknya nyata, rasa gotong royong sangat kental di masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Anggota Komisi XIII DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah I itu juga menekankan peran strategis pemerintah daerah hingga tingkat desa sebagai teladan dalam mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan melalui sikap adil, terbuka, dan empati dalam setiap interaksi sosial.
Meski demikian, politikus Partai Demokrat tersebut mengakui masih terdapat tantangan dalam penerapan Empat Pilar di masyarakat, seperti tumbuhnya ego sektoral seiring perubahan zaman. Oleh karena itu, penanaman nilai nasionalisme sejak dini dinilai menjadi langkah penting.
“Tanamkan jiwa nasionalisme sejak dini,” tegas Bang Raja.
Kegiatan sosialisasi itu juga diisi dengan dialog interaktif bersama masyarakat. Dalam sesi tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi dan pandangan terkait kehidupan sosial kemasyarakatan, yang diharapkan dapat memperkuat penerapan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan desa.(*)




