Batang,medianasional.id
Upaya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Batang terus dipacu. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan pasokan air ke lahan persawahan tetap terjaga demi mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kepala DPUPR Batang Endro Suryono mengungkapkan, bahwa tahun ini pihaknya mengelola belasan paket pekerjaan irigasi yang bersumber dari dana daerah maupun provinsi.
“Mendukung ketahanan pangan, alhamdulillah kalau di Batang saat ini kita ada 18 kegiatan yang dari APBD. Insyaallah nanti habis Lebaran kita sudah mulai untuk bisa proses Ijin Penetapan Lokasi (IPL) dan kontrak. Semoga April sudah mulai jalan,” katanya saat ditemui di Kantornya, Selasa (10/3/2026).
Selain mengandalkan APBD, sektor pengairan di Batang juga mendapat “angin segar” berupa bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Nilainya tergolong signifikan, mencapai Rp7 miliar yang dialokasikan untuk dua titik krusial.
Endro merinci, bantuan tersebut akan difokuskan pada wilayah Kecamatan Tersono dan Bandar. Di Tersono, terdapat proyek senilai Rp6 miliar untuk pembangunan bangunan pengambil atau pengarah air.
“Sementara di Dukuh Bliwati, Kecamatan Bandar, dialokasikan Rp1 miliar untuk rehabilitasi bendung. Artinya memang konsen bareng-bareng pemerintah daerah dan provinsi ini adalah untuk ketahanan pangan. Output-nya terbangun seluruh irigasi dan outcome-nya moga-moga bisa menambah pendapatan petani,” jelasnya.
Meski anggaran APBD untuk 18 paket tersebut bervariasi antara Rp300 juta hingga Rp400 juta per titik, Endro memastikan setiap pengerjaan akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan, mulai dari perbaikan saluran hingga bangunan pengambil air.
“Terkait progres saat ini, seluruh perencanaan untuk 18 paket APBD tersebut dinyatakan telah rampung. Pihak DPUPR kini tengah merampungkan proses administrasi agar pengerjaan fisik bisa segera dimulai setelah hari raya,” terangnya.
Sementara untuk proyek yang bersumber dari Bankeu, koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terus dikebut.
“Harapan kami, bantuan keuangan yang 6 miliar dan 1 miliar tadi itu dilaksanakan paling lambat di bulan Mei. Target kita semua kegiatan fisik, baik di jalan, pengairan, sanitasi, hingga tata ruang, di bulan Oktober sudah selesai semua,” pungkasnya.
Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap infrastruktur pengairan yang sehat akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat tani di Kabupaten Batang. (Sukirno)






