KENDAL- medianasional.id- Dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember 2025, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kendal bersama Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) Ranting Subah dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar kegiatan penghijauan di Petak 39 A, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Subah, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Subah.
Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan di kawasan hutan yang masuk wilayah administrasi Desa Adinuso, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Jumat (26/12/2025), meski cuaca hujan mengguyur lokasi kegiatan.
Administratur KPH Kendal, Muhadi melalui Asisten Perhutani (Asper) Subah, Budi Karyanto, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kaum perempuan Perhutani dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah kerja BKPH Subah.
“Para srikandi Perhutani yang tergabung dalam IIKP Ranting Subah menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pelestarian hutan. Bersama mahasiswa UGM, mereka melakukan penanaman kurang lebih 6.000 tanaman pohon jati di wilayah kerja RPH Subah,” ujar Budi Karyanto.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Ibu, tetapi juga sebagai bentuk dukungan kaum perempuan kepada para suami dalam menyukseskan Program Tanam Tahun 2025 di wilayah BKPH Subah.
Sementara itu, Ketua IIKP Ranting Subah, Ny. Sofiyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mendukung kegiatan penghijauan tersebut dengan penuh semangat.
“Kami melihat seluruh peserta tetap antusias meskipun diguyur hujan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan pohon yang ditanam dapat memberi manfaat bagi anak cucu kita serta bangsa Indonesia,” ucapnya.
Ny. Sofiyah juga menuturkan bahwa kegiatan ini dipilih sebagai bentuk peringatan Hari Ibu yang bersifat nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial semata.
Menurutnya, pemilihan hari Jumat memiliki makna tersendiri.
Ia berharap melalui momentum Jumat berkah, seluruh tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Perwakilan mahasiswa UGM, Valisa Nurul Fitri, mengaku bersyukur dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai kegiatan penghijauan ini sebagai momentum penting untuk berkontribusi langsung kepada lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih bisa ikut serta. Ini adalah kesempatan berharga bagi kami sebagai mahasiswa untuk turut berbuat bagi bangsa melalui kegiatan perbaikan lingkungan, meskipun kami masih dalam tahap belajar,” ungkapnya.
Kegiatan penghijauan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya peran perempuan dan generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan serta mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan.(*)






