
Batang, medianasional.id
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis terhadap kaum perempuan bahwa keberadaan perempuan dalam mekanisme mengambil kebijakan sangatlah penting dikandung maksud agar kaum perempuan bisa menyuarakan apa yang menjadi kepentingan kaumnya baik dalam kehidupan sehari -hari hingga yang berurusan dengan kepentingan sosial kemasyarakatan berbangsa dan bernegara.
DPRD Jawa Tengah yakni Komisi E bersama Pemerintah Provinsi Jateng melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) melakukan sosialisasi kepada para ibu pendidik Himpaudi dan juga orang tua walinya.
Bertempat di Gedung HIMPAUDI Mekar Desa Limpung, Kecamatan Limpung Kabupaten Batang Rabu, (21/12/2022) kegiatan sosialiasi diikuti kurang lebih 40 an perempuan.
Sebagai narasumber adalah dr. Messy Widiastuti, Mars., Hj Sri Ruwiyati, SE., MM dan H. Ahmad Ridwan, SE., MM kesemuanya adalah Fraksi PDI Perjuangan, Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Provinsi Jateng.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-P2KB) Jateng yang diwakili oleh Melati Diah Pamungkas, SE., MM sedikit bercerita tentang sejarah Peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember.
Keterlibatan perempuan dalam mengambil keputusan sementara ini masih terlihat rendah. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kaum perempuan tidak lagi bimbang ataupun malu ketika tampil mengemukakan pendapatnya.
” Baik dalam kegiatan desa, seperti dalam musyawarah desa jangan merasa malu ketika menyampaikan pendapatnya, ” ungkapnya
Diah Pernata berharap, bahwa perempuan bisa tampil dalam mengambil keputusan, baik ditingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten kaum perempuan harus berani tampil.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang sekaligus Anggota Komisi E DPRD Jateng mengatakan, bahwa kaum perempuan harus berani mengutarakan pendapatnya baik itu ditingkat desa, kecamatan maupun ditingkat kabupaten harus berani.
Ungkapan perempuan hanya sebagai konco wingking ( teman belakang / dapur saja ) harus bisa di tepis perlahan dengan bukti kerja nyata yang di hasilkan oleh kaum wanita tersebut.
” Peran perempuan dalam kepemimpinan saat sekarang ini begitu gamblang, sudah banyak bukti baik sebagai pendidik, sebagai parlemen, hingga pejabat eksekutif maupun pengusaha,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Batang.
Dengan demikian, jangan pernah malu untuk tampil didepan sebagai perempuan. Sudah banyak contoh dan buktinya perempuan menjadi pejabat dan pemimpin mereka sudah tidak merasa canggung dan malu, apalagi untuk memperjuangkan kepentingan kaum perempuan.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Ridwan berdialog kepada ibu pendidik Himpaudi terkait perjuangannya menjadi guru. Kalau tidak diniati dengan ikhlas karena ibadah mustahil para pengajar ini akan bertahan lama. Mengingat, penghasilan yang diterima sebagai pendidik dilingkungan kelompok bermain ini begitu sangat memprihatinkan.
” Dengan jasa yang diperoleh begitu rendah, namun para pendidik ini tetep semangat. Ini membuktikan bahwa niatanya bener – bener tulus,” beber H. Ahmad Ridwan.
Berawal dari aduan dari berbagai Puluhan Lembaga pendidikan anak usia dini, Ahmad Ridwan menampung aspirasi itu, dan sekaligus memberikan bantuan kepada mereka secara simbolis ditiga titik yang berbeda dengan masing – masing bantuan senilai Rp. 20.000 diataranya diberikan kepada : Pos PAUD Anggrek Desa Limpung, Sekar Sari Desa Sidomulyo, Kb Mutiara Desa Kalisalak Kecamatan Limpung Kabupaten Batang.

Sementara itu, dr. Messy Widiastuti mengatakan, bahwa kaum perempuan sekarang ini harus berani menyampaikan pendapatnya di muka umum, untuk kepentingan kaumnya.
Lahirnya UU No 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), merupakan suatu bentuk komitmen negara dalam memberikan jaminan hak asasi manusia secara menyeluruh, khususnya dari kekerasan dan diskriminasi perempuan.
UU TPKS yang telah disahkan oleh DPR, harus diimplementasikan dengan sungguh-sungguh bagi para pemangku kepentingan guna memastikan perlindungan bagi setiap warga negara, khususnya perempuan dan anak dari ancaman tindak kekerasan seksual.
dr. Messy pun memberikan pertanyaan kepada para ibu – ibu yang hadir, siapakah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI saat ini…? ” Apabila ada yang bisa menjawab akan kita berikan hadiah,” ungkap dr. Messy Widiastuti.
Mendengar itu, Puji Penuntun menjawab spontanitas dengan nada keras, ” Ibu Puan Maharani bu,” ungkap Puji Penuntun.

Setelah menjawab dengan benar, dr. Messy pun memberikan imabalan kepada Puji yang telah menjawab peranyaan tersebut.

Ditempat serupa, Hj. Sri Ruwiyati, SE., MM mengajak kepada seluruh perempuan yang hadir untuk berupaya tidak usah malu dan takut mengemukakan pendapatanya di muka umum, apalagi dalam mengambil keputusan.
Tidak hanya itu, Ketua Parlemen Perempuan juga mengingatkan kepada ibu – ibu jangan sampai salah pilih menentukan sekolah buat anak -anaknya sejak dini.
” Sekarang ini selaku orang tua harus berhati – hati dan waspada apabila mencari pendidikan buat putra putrinya, mengingat bahanya paham garis keras yang bisa merongrong keutuhan NKRI setiap saat,” bebernya.
Untuk itu, selaku orang tua kita semua selalu berhati -hati dan mewaspadainya apabila mau menentukan sekolah buat putera puterinya.
Lebih lanjut, Hj. Sri Ruwiyati menjelaskan, bahwa perempuan saat ini harus bisa memahami tentang kesetaraan gender di era modern seperti saat ini. Selaku kaum perempuan harus bisa menginspirasi kaum wanita yang sukses maupun perempuan tangguh yang bisa sejajar dengan kaum laki – laki di berbagai bidang.
” Kaum perempuan sesuai dengan kodratnya adalah memiliki tugas yang melekat, namun ketika pemerintah sudah hadir melalui undang – undang, perempuan harus mempersiapkan diri untuk tampil, baik untuk kepentingan perempuan maupun untuk kesetaraan gander,” ungkap ketua parlemen perempuan Jateng.






