Dairi, medianasional.id – Wujudkan Komitmen dalam memerangi Stunting Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi gelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Dairi. Selasa (6/8/2024) di Aula SMKN 1 Sidikalang.
Kegiatan ini dihadiri narasumber dari DPD Persagi Sumut, Ros Idah R Berutu, SKM, M. Kes, Kepada Dinas Kesehatan, dr. Henry Manik, Kepala Dinas P3A2KB, dr. Ruspal Simarmata, mewakili pimpinan OPD Pemkab Dairi, serta para camat se-Kabupaten Dairi dan 18 kepada desa.
Pj Sekdakab Dairi, Jonny Hutasoit menyebutkan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait tindak lanjut Kabupaten/Kota pasca Gerakan Intervensi Serentak Penanganan Stunting ,salah satunya adalah pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal secara rutin kepada sasaran, yang di sesuaikan dengan penimbangan serta pengukuran terhadap sasaran yang diintervensi dengan pemanfaatan dana desa secara maksimal untuk layanan intervensi PMT yang belum terlayani dengan dana BOK.
“Melatih kader Posyandu juga perlu dilakukan. Dan kalibrasi alat antropometri secara berkala memastikan adanya pembiayaan rujukan balita stunting (akomodasi dan transportasi). Pendampingan tim pendamping keluarga (TPK) dalam memastikan PMT masuk ke mulut sasaran serta edukasi tentang PMT, serta data intervensi PMT, penimbangan dan pengukuran balita diinput ke dalam aplikasi e-PPGBM,” ujarnya.
Jonny mengatakan, pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen yang kuat dari semua stakeholder. Gerakan intervensi serentak pencegahan stunting telah dilakukan dengan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi bagi seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin.
“Hal ini bertujuan meningkatkan cakupan kunjungan sasaran ke posyandu sehingga dapat dilakukan deteksi dini masalah gizi, serta melakukan tindakan intervensi segera kepada sasaran yang mengalami masalah gizi,” tuturnya.
Selanjutnya dikatakan Jonny, hasil gerakan intervensi serentak stunting pada bulan Juni 2024 seluruh balita Kabupaten Dairi sebanyak 22.334 orang telah diukur dan ditimbang, dan ada 2.915 balita stunting. Dan pada bulan Juli 2024 sebanyak 2.881 balita stunting.
“Oleh karena itu saya menghimbau kepada kita semua untuk lebih serius dalam melakukan upaya-upaya penanganan stunting. Tidak hanya berfokus pada pencegahan stunting, tetapi juga terkait dengan intervensi stunting. Mari bersama-sama melaksanakan rencana tindak lanjut penanganan stunting, memecahkan masalah dan kendala yang dihadapi dan memperkuat kerjasama TPPS Kabupaten, Kecamatan dan desa,” pintanya.
(Kristo)






