Lampung Barat. Medianasional.Id – Permasalahan belum adanya mobil Damkar (pemadam kebakaran) di kecamatan Batubrak menjadi sorotan tajam dari Pemimpin Redaksi Media Nasional Group Amsir Sapernong.S.H.
Di hubungi via telepon sehari pasca kebakaran hebat yang menghanguskan 3 rumah warga yang juga masih kerabat beliau di Pekon Sukabumi. Kecamatan Batubrak. Kabupaten Lampung Barat, Kamis 27/3/2025.
Tidak adanya personil dan mobil pemadam kebakaran ( Damkar) di kecamatan Batubrak menjadi kendala serius atas lambannya penanganan suatu insiden kebakaran yang menimpa warga khususnya di wilayah Kecamatan Batubrak.
“Lambannya penaganan insiden Kebakaran yang dialami saudara kita di Pekon Sukabumi tidak terlepas dari tidak adanya Personil dan mobil Damkar di Kecamatan Batu brak, masyarakat harus menunggu kiriman personil dan mobil dari kecamatan lain seperti Kecamatan Belalau, Kecamatan Balik Bukit bahkan dari Kecamatan Sukau, yang jarak tempuh dari ketiga kecamatan tersebut Pekon Sukabumi lumayan jauh,”katanya.
Dengan nada suara meninggi iya mengatakan berualngkali bahwa sudah saatnya Pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Lampung Barat mendengarkan keluh kesah masyarakat.
“Selama ini perioritas pembangunan pemerintah selalu insprastruktur jalan itu juga entah dimana namun yang jelas didepan mata seperti, menjaga aset-aset budaya seperti rumah adat dan situs budaya lainnya di Lampung Barat seolah diabaikan, tidak bisa di pungkiri bahwa belum ada satupun karya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang bisa membawa nama besar dan harum di kancah Nasional selain dari segi Budaya yang dengan susah payah selama ini diperjuangkan oleh komunitas masyarakat adat, dan jangan lupa bahwa rumah panggung itu adalah juga merupakan salah satu ciri khas adat Lampung Barat, saya mengingatkan hal ini karena saya asli penduduk lahir dan dibesarkan di Lampung Barat saya mencintai tanah kelahiran saya, saya tau proses dari berdirinya kabupaten ini yang konon sekarang menjelma menjadi kabupaten Hebat dan sepertinya slogan itu jauh panggang dari api silahkan kabarkan itu kepada orang diluar Lampung Barat jangan kepada kami,” tegasnya.
Lebih jauh iya mengatakan, disini bukan kita anti dengan pembangunan kita mengingatkan kembali bahwa wilayah yang selama ini terpinggirkan kita tidak menyadari dari wilayah-wilayah tersebutlah nama lampung barat dikenal mereka ikut ambil bagian membesarkan Lampung Barat dengan adat budayanya sampai di tingkat Nasional, apakah kalian lupa atau memang tidak mengerti sejarah bahwa empat Kepaksian yang ada yaitu Kepaksian Pernong, Kepaksian Belunguh, Kepaksian Bejalan diway, dan Kepaksian Nyerupa, dari wilayah dan komunitas masyarakat adat inilah cikal bakal lahirnya Kabupaten Lampung Barat, saya meperhatikan dari beberapa insiden kebakaran serupa seperti yang terjadi di Kecamatan Belalau setahun silam hampir sama permasalahannya yakni lambannya upaya penaganan saat peristiwa kebakaran terjadi.
Itu baru satu permasalahan masih banyak permasalahan yang lain ketimpangan ini terjadi dalam semua aspek tidak hanya di Kecamatan Batubrak bentuk ketidadilan pembangunan hampir merata di keempat wilayah tersebut apakah kita harus diam dan menerima keadaan..? Dari peristiwa yang terjadi inilah kita harus merubah pola pikir kita untuk kebaikan bersama kita menjadi yang masyarakat yang kritis menyuarakan apa yang menjadi harapan dan keinginan kita, saya mengajak seluruh unsur masyarakat dan yang tak kalah penting seluruh Raja-Raja Jukuan Adat di keempat Kepaksian dalam Komunitas Masyarakat Adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak mari bersatu mengawal jalannya roda pemerintahan yang Bersih, di Kabupaten Lampung Barat.
Di akhir pembicaran Amsir mengingatkan kembali,” seharusnya peristiwa insiden kebakaran yang terjadi kemaren menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, wilayah mana saja yang menjadi prioritas dalam menempatkan personil damkarnya, dan Kecamatan Batubrak sangat membutuhkan mengingat setiap insiden Kebakaran masyarakat harus menunggu, dan perlu di ingat bahwa di Kecamatan Batubrak hapir 90% rumah warga adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu, kita menunggu langkah nyata dari periode kedua pemerintahan Parosil Mabsus-Mad Hasnurin untuk meujudkan apa yang menjadi keinginan masyarakat khususnya di Kecamatan Batu Brak, diakhir pembicaraan Amsir menyampaikan rasa duka yang mendalam, saya sangat berduka dan sedih atas peristiwa ini, semoga semua keluarga yang mengalami tabah menghadapi ujian yang amat sangat berat ini, “tutupnya.
Seperti di ketahui sebelumnya, kebakaran hebat melanda Tiga rumah di Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Kamis, 27/3/ 2025 dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Tiga rumah warga yang mengalami kebakaran itu milik Rizman, Darwan, Risman, tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut namun dampak dari insiden kebakaran mengakibatkan kerugian materi hingga ratusan juta rupiah.






