Banyumas, medianasional.id – Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti membuka Pertemuan Daerah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten/Kota se- Jawa Tengah Tahun 2026 di Casa De Lani Resort, Baturraden pada Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum koodinasi untuk memperkuat sinergi dan komitmen lintas sektor dalam penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah menuju Ending AIDS 2030.
Dalam sambutannya, Lintarti menyampaikan apresiasi kepada seluruh KPA kabupaten/kota se- Jawa Tengah yang terus menjaga semangat, koordinasi, dan komitmen dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS.
Menurutnya, persolan HIV-AIDS masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama karena penanganannya tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga pendampingan dan persoalan sosial di masyarakat.
“Pekerjaan kita masih panjang. Tantangannya bukan hanya bagaimana melakukan deteksi dini dan memastikan akses pengobatan, tetapi juga pasien yang putus berobat, koordinasi lintas wilayah, pendampingan, serta masih adanya stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan, penanggulangan HIV-AIDS tidak dapat dilakukan hanya menjadi urusan sektor kesehatan, rumah sakit, maupun puskesmas. Pemerintah membutuhkan kerterlibatan berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas, keluarga, hingga masyarakat secara luas. Karena itu, Lintarti berharap melalui pertemuan tersebut jejaring KPA se- Jawa Tengah semakin kuat dan solid, sehingga koordinasi tidak hanya berlangsung dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Apalagi HIV tidak mengenal batas wilayah administrasi. Koodinasi antar kabupaten dan antar kota menjadi sangat penting. Saya berharap melalui forum ini jejaring KPA se- Jawa Tengah semakin kuat. Jangan sampai koodinasi hanya berjalan ketika ada pertemuan, tetapi terus berlanjut dalam pelaksanaan program di lapangan,” katanya.
Lebih lanjut, Lintarti mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah penularan, meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong deteksi dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, upaya tersebut diperlukan agar orang dengan HIV tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan yang baik, tetapi juga tetap menjalani kehidupan secara produktif serta diperlakukan secara manusiawi dan bermanfaat.
Sementara itu, Sekretaris KPA Kabupaten Banyumas H.Suwondo menyampaikan, pertemuan daerah tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan menyusun strategi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah. Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum, estimasi jumlah orang yang terjangkit HIV di Jawa Tengah mencapai angka sekitar 50 ribu orang.
Menurut Suwondo, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan penanganan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai sektor. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain pasien yang putus berobat, layanan lintas wilayah, stigma sosial, serta perlindungan dan pendampingan bagi kelompok yang membutuhkan.
“Tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan forum komunikasi regional untuk memecahkan sekat-sekat sektoral demi merumuskan strategi penanganan yang inklusif, humanis, dan tepat sasaran menuju Ending AIDS 2030,” jelasnya.
Suwondo menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan meningkatkan sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam percepatan penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah. Selain itu, forum juga menjadi wadah untuk menyepakati strategi penanganan pasien putus berobat dan kasus lintas wilayah, memperkuat jejaring layanan HIV antarkabupaten/kota maupun dengan daerah di luar Jawa Tengah, meningkatkan deteksi dini dan perluasan akses pengobatan, serta memperkuat pendampingan sosial melalui pekerja sosial dan komunitas.
Pertemuan Daerah KPA Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, 22-23 September 2026. Kegiatan diikuti perwakilan KPA kabupaten/kota di Jawa Tengah serta sejumlah KPA dari luar Jawa Tengah, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah terkait, dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan layanan HIV.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, talkshow, serta forum diskusi yang melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Sentra Satria, dan unsur KPA. Melalui forum tersebut, peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta merumuskan langkah tindak lanjut dalam penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah.






