BUPATI FAHMI: DARI PUNCAK TLAHAB KIDUL, KITA TANAM HARAPAN UNTUK PURBALINGGA

 

PURBALINGGA.medianasional.Id- Jika biasanya Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif turun ke desa dengan program infrastruktur, Kamis (10/9/2026) kemarin ia memilih cara yang lebih sunyi: menanam pohon.

Di Lapangan Desa Tlahab Kidul, Karangreja, desa yang berdiri di dataran tinggi Purbalingga, Fahmi berjongkok bersama ibu-ibu PKK. Di tangannya, 100 bibit pohon buah ditanam satu per satu. Bukan sekadar seremonial.

“Desa Tlahab Kidul ini desa di dataran yang cukup tinggi, sehingga mempunyai peran penting dalam penyerapan air agar tidak terjadi banjir ataupun longsor. Dari itu perlu banyak penanaman pohon, penghijauan kembali,” kata Fahmi.

Bagi Fahmi, kalimat itu bukan jargon lingkungan. Awal tahun 2026, Purbalingga dihantam banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Luka itu masih ia ingat. Maka ketika Ketua TP PKK Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, membawa program Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau Rabu Pon ke Purbalingga, Fahmi langsung menyambutnya.

“Kami melihat kegiatan Rabu Pon ini sangat luar biasa. Kami berharap ada manfaat dalam hal penanggulangan bencana dan memperbaiki kembali lingkungan,” ujarnya.

Di mata Fahmi, menanam pohon hari ini adalah investasi untuk mencegah tangis di musim hujan nanti.

Posyandu Bukan Lagi Sekadar Timbangan Bayi

Yang menarik, kunjungan itu tidak berhenti di urusan pohon. Fahmi memanfaatkan momentum kedatangan Nawal Yasin untuk menunjukkan wajah baru Posyandu.

Di Posyandu Melati Tlahab Kidul, ia melihat sendiri bagaimana Posyandu kini bertransformasi. Jika dulu hanya identik dengan timbang bayi dan imunisasi, kini Posyandu menjadi pusat pelayanan warga.

“Dari yang tadinya Posyandu hanya berfokus pada kesehatan, kini lebih luas cakupannya memberi pelayanan sektor pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, sosial, ketertiban dan sebagainya,” jelas Fahmi.

Di lokasi yang sama, warga bisa mengurus KK, KTP-el, KIA, akta kelahiran hingga akta kematian lewat layanan Dinpendukcapil keliling. Ada pengobatan massal gratis, pembagian susu dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak TK Pertiwi 2 dan KB Tunas Harapan Bangsa.

Bagi Bupati Fahmi, inilah esensi pemerintahan yang hadir di akar rumput.

“Kami berharap Posyandu memiliki peran penting dan lebih sentral lagi terhadap kondisi yang ada di masyarakat Purbalingga. Saya meyakini pemerintah kabupaten dengan provinsi bisa menjangkau lebih dalam lagi kondisi masyarakat dan aspirasinya,” tegasnya.

Tangan Kiri APBD

Sebagai desa lokus penanganan kemiskinan ekstrem, Tlahab Kidul juga mendapat perhatian khusus. Baznas Jawa Tengah dan Baznas Purbalingga menyalurkan bantuan sembako, pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga indukan ayam untuk ternak warga.

Wakil Ketua Baznas Jateng, Zain Yusuf, yang turut hadir menyebut, “Tangan kanan kepala daerah adalah APBD, maka tangan kirinya adalah Baznas.”

Fahmi pun mengangguk. Ia berterima kasih atas kolaborasi ini. Karena baginya, membangun Purbalingga tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Butuh gotong royong, dari pohon yang ditanam ibu-ibu, dari Posyandu yang melayani, hingga zakat yang produktif.

Dari puncak Tlahab Kidul, Bupati muda itu sedang menanam lebih dari sekadar pohon. Ia menanam harapan.

( Al_76)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses