Pemkab Banyumas Perkuat Dukungan bagi Santri dan Pemberdayaan Pesantren

Banyumas56 Dilihat

Banyumas, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program bantuan bagi santri, madrasah, serta pelaku usaha. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Hal ini sejalan dengan semangat peringatan Hari Santri 2026 yang mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. dalam upacara peringatan Hari Santri 2026 di Alun-Alun Purwokerto, Kamis (22/10/2026).

Dalam amanatnya, Ia mengingatkan bahwa Hari Santri bukan sekedar momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengingat untuk meneruskan perjuangan melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Santri saat ini memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun masa depan Indonesia melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia. Santri juga didorong untuk tidak membatasi diri dalam berkarya dan mengambil peran di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ilmu pengetahuan, kewirausahaan, hingga kepemimpinannya,” ujarnya.

Amanat tersebut turut menekankan pentingnya peran pesantren dalam pembangunan nasional melalui tiga fungsi utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan. Dengan menjalankan ketiga fungsi tersebut, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia sekaligus mendorong kemandirian serta kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan semangat tersebut, peringatan Hari Santri di Banyumas juga diisi dengan penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas untuk mendukung pendidikan madrasah, pengembangan usaha santri, pemberdayaan ekonomi kelompok masyarakat, serta perlindungan bagi guru ngaji dan marbot.

Dalam momen tersebut, bantuan Program Madrasah Layak Belajar diberikan sebesar Rp125.000.000 kepada lima madrasah yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan MI Ma’arif NU 1 Babakan.

Dukungan bagi kemandirian ekonomi santri juga diwujudkan melalui Program Santripreneur senilai Rp 299.125.000 untuk 29 santri.

Selain itu, BAZNAS Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan ternak ayam Elba sebesar Rp215.025.000 kepada 18 kelompok. Bantuan tersebut diwakili oleh Kelompok Ternak Tani (KTT) Ayam Petelur Kuntara Jaya, Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dukungan juga diberikan kepada guru ngaji dan marbot melalui pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 902 penerima dengan nilai bantuan Rp22.733.400. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap perlindungan sosial bagi mereka yang menjalankan peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat.

Melalui momentum Hari Santri 2026, Pemkab Banyumas berharap santri dan pesantren terus mengambil peran dalam pembangunan daerah. Semangat keilmuan, akhlak, persatuan, dan kemandirian diaharapkandapat menjadi bekal bagi generasi santri untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses