
Lampung Selatan, Medianasional.id – Pemerintahan Desa (Pemdes) Sumur mengadakan kegiatan Musrenbangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) bertempat di Kantor Balai Desa Sumur Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Jumat (25/09/2020) Pukul 08.00 wib hingga selesai.
Dalam acara Musrenbangdes dihadiri oleh Madro’i Camat Ketapang,I Nyoman Prima Wijaya Kades Sumur ,Sekdes, Aparat Desa, BPD, Kadus, Ketua RT, Ketua RW, Desa Sumur, Babinsa, Babinkatibmas dan para tamu undangan masyarakat Desa Sumur.
Dalam kegiatan tersebutpun mengikuti anjuran protokol kesehatan dengan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak) untuk mencegah penyebaran covid – 19.
I Nyoman Prima Wijaya Selaku Kades Sumur Menghimbau agar masyarakat mematuhi prorokol kesehatan karena undanganpun terbatas selama masih dalam pandemi covid – 19.
“Untuk musrencam sudah kita usulkan agar terealisasi dari desa ketingkat pembangunan kecamatan dari musrenbangdes atau desa Sumur. Karena desa Sumur ada sembilan dusun sudah kita usulkan yang di butuhkan masyarakat seperti tambatan perahu untuk nelayan,bantuan bibit dan pembangun infrastruktur yang kita usulkan ke kabupaten, agar normalisasi sungai, pertanian kita ajukan alat pertanian alsintan di bidang peternakan,sapi, bibit kambing,” ujar I Nyoman Prima Wijaya yang lebih di kenal Sobri
Madro’i dalam sambutannya sekaligus membuka Musrenbangdes mengatakan, “Utamakan yang dibutuhkan oleh masyarakat, contoh di saat hujan sering kebanjiran agar diusulkan agar dibuat talut agar tidak terjadi kebanjiran,dan memperhatikan masalah DBD agar di usulkan keluhan masyarakat tentang masalah dampak DBD agar kita menjaga kesehatan,ketua karang taruna agar ikut membangun desa contoh olah raga dan kesenian. Berikan bantuan kesenian dan olah raga yang aktif aja yang diberikan bantuan, agar kita semua membiasakan mengikuti anjuran protokol kesehatan yang baru pulang dari pergi pelaku perjalan harus isolasi mandiri dulu agar satgas covid 19 di aktifkan kembali untuk protokol kesehatan di brifing kembali,Ibu-ibu PKK di aktifkan berkerja sama dengan karang taruna agar menanam tanaman toga dan musrenbangdes saya buka,” ujar Madro’i.
Aris selaku KUPT Kesehatan kecamatan Ketapang menyapaikan bahwa tugasnya adalah posko pembantu kesehatan tingkat desa.
“Kita survey apa penyakit yang ada di desa contohya penyakit menular seperti TBC karena penyakit tersebut pasti mematikan agar perawat desa berkerja sama dengan kesehatan tingkatan kecamatan. Khusus PBB yang di sampaikan KUPT Pajak kecamatan Ketapang melalui kabupaten kita ada stimulus pajak 30 persen di tingkat desa dan kecamatan yang di berikan oleh kabupaten karena untuk desa sumur di urutan enam belas desa dari tujuh belas desa kecamatan ketapang,nanti kita koreksi mana kadus yang prestasi,desa sumur adalah desa spesial karena desa sumur adalah kawasan industri, kalau semuanya bayar pajak nanti dari hasil pajak itu akan kita kembali lagi ke desa dan prestasi harus kita tingkatan,” paparnya. (Amin Padri)






