Pembangunan PLN Sub Rayon Kangean Diduga Jadi Ladang Korupsi Kontraktor

Jawa356 Dilihat

 

Sumenep – PLN merupakan sumber sarana penerangan yang sangat di butuhkan oleh masyarakat, guna adanya PLN untuk penerangan agar masyarakat tidak lagi merasa kegelapan. Di kecamatan Arjasa kabupaten Sumenep Kepulauan Kangean, sekitar tahun 90-an sudah berdiri sumber penerangan dari PLN‎, PLN yang ada di kecamatan Arjasa pertama kali berpusat di desa Duko dusun Bunut, akan tetapi karena warga sekitar merasa terganggu dengan bunyi mesin yang di gunakan PLN maka kantor beserta gardu mesin di pindahkan ke dusun Batu guluk Desa Bilis bilis.

Sejak perpindahan kantor PLN ke desa Bilis bilis ‎tidak pernah ada rehabiltasi, dan akhirnya pada bulan Juli 2017 kantor PLN sub rayon Kangean dapat pembangunan pagar tembok yang tendernya di menangkan oleh PT.Nagita Bandung, berkantor pusat di Jakarta. Pembangunan dan perbaikan untuk meningkatkan mutu PLN sub rayon Kangean kecamatan Arjasa yang seharusnya dilakukan transparansi, akan tetapi malah di tutup – tutupi oleh pihak kontraktor dan konsultan yang berasal dari ITS kemitraan Surabaya dan tidak pernah memasang papan transparansi publik. Namun wartawan Medinas mengetahui alokasi dana berasal dari Dirut PLN pusat‎.

Saat tim Medinas kabupaten Sumenep konfirmasi kepada pihak kontraktor dan konsultan, Mulyanto yang berasal dari ITS kemitraan‎ Ia mengungkapkan tidak akan pernah pemasang papan transparansi publik, sekalipun bangunan ini rampung terkecuali atas instruksi dari PLN Distribusi Jawa timur. Bahkan ironisnya Mulyanto selaku konsultan menantang wartawan untuk dipulikasikan bahkan suruh laporkan ke Dirut PLN sekalian, “saya tidak akan pernah takut”, cetusnya.

Kemudian Medinas konfirmasi kepada salah seorang warga, Minggu (21/08) Ia mengungkapkan, “pembangunan PLN di sub Rayon Kangean diduga dijadikan ladang untuk korupsi oleh pihak kontraktor yang memenangkan tender dan kongkalikong dengan konsultannya yakni Mulyanto yang berasal dari ITS kemitraan Surabaya, karena mereka tidak pernah memasang papan transparansi publik yang biasanya di setiap pembangunan sudah terpampang duluan sebelum pengerjaan,” ungkapnya. (Rasid)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses