Lampung Barat, Medianasional.id – Pemerintah Pekon Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat menggelar ritual adat Ngebabali atau tasyakuran atas pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang progres pekerjaannya telah mencapai 80 persen, Rabu (7/1/2025).
Kelancaran pembangunan gedung tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik seluruh pihak yang terlibat. Seluruh unsur dalam proses pembangunan bekerja keras demi menyelesaikan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Ritual adat Lampung yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Ngebabali ini dihadiri oleh Peratin Pekon Balak, Sarnada, beserta seluruh aparatur pemerintahan pekon. Turut hadir langsung Perwira Seksi Teritorial (Pasi Ter) Kodim 0422/Lampung Barat, Kapten Inf Wisnu Joko Hadiyanto, Babinsa, pengurus KDMP Pekon Balak Ansori pengawas, pekerja pembangunan, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Peratin Pekon Balak Sarnada menyampaikan rasa syukur atas lancarnya pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih sejak tahap ground breaking hingga saat ini tanpa kendala berarti.
“Tasyakuran hari ini merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan atas lancarnya pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Pekon Balak. Alhamdulillah, hingga saat ini progres pembangunan sudah mencapai 80 persen dan berjalan tanpa hambatan. Kita berharap target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu,” ujarnya.
Sekilas, ritual adat Ngebabali yang ada di Lampung Barat merupakan tradisi ungkapan rasa syukur sekaligus ritual pembersihan lahan baru, baik sawah, ladang, rumah, maupun gedung. Ritual ini bertujuan untuk memohon izin, perlindungan, serta keberkahan agar terhindar dari bala dan gangguan dalam menjalankan aktivitas ke depan.
Ritual Ngebabali melibatkan berbagai sesajen khusus, seperti bubur, beras ketan, dan ayam berwarna hitam, serta sejumlah sesajen lainnya sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan alam sekitar.
Ritual yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, Ali Burhan, berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh para jamaah. Usai pelaksanaan ritual, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur.






