Pemahaman Konsumen Tentang Pinjaman Online (Pinjol) di Jakarta

Artikel662 Dilihat

Jakarta, medianasional.id – Tidak dapat dipungkiri lagi pada era zaman pembaharuan ini banyak sekali aplikasi pinjaman online. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (PM-TEKFIN) merupakan salah satu penyelenggara jasa keuangan yang mempertemukan antara pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman, yang memanfaatkan media elektronik, dengan menggunakan teknologi jaringan internet secara langsung melewati sistem elktronik sebagai sarana pemberian pinjaman dalam mata uang rupiah (OJK, 2019). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengguna pinjaman online di Jakarta yang tercatat pada tahun 2021 sebanyak 590.373 orang.

Tingginya tingkat yang melakukan pinjaman online, membuat peneliti melakukan penelitian terkait pemahaman masyarakat terhadap pinjaman online, yang dilakukan pada suatu daerah di Jakarta Pusat. Daerah ini dipilih karena terdapat mayoritas penjual yang membutuhkan modal usaha di saat pandemi Covid-19.

Diperoleh angka persentasi yang didapat bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang baik yakni sekitar 70% dan kurang pemahaman konsumen terhadap pinjaman online 27%. Hal ini dibuktikan dengan rumusan hasil olahan data di lapangan dengan penyebaran angket kemudian dikumpulkan.

Dari hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat kota Jakarta, khususnya Jakarta Pusat dalam memahami pinjaman online ini dilakukan bukan atas dasar mengikuti orang lain atau atas dasar kebutuhan yang sangat mendesak saja melainkan atas dasar pemahaman akan kegunaan suatu produk dengan maksimal, sesuai dengan kebutuhan tanpa ada unsur paksaan dan mengedepankan kepentingan untuk masa depan.

Meskipun, disisi lain berdasarkan hasil olahan data dapat diketahui bahwa sekitar 27% masyarakat tentangpemahaman terhadap aplikasi online masih kurang baik. Hal ini disebabkan oleh dampak dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab dalam penyampaian informasi serta banyaknya risiko yang didapat ketika menggunakan aplikasi tersebut.

Sehubungan dengan hasil yang telah dipaparkan sebelumnya maka pemahaman konsumen tentang pinjaman online sudah cukup baik dan bisa merasakan kemudahan dengan adanya aplikasi pinjaman online ini. Masyarakat merasa terbantu apalagi disaat membutuhkan tambahan modal dimasa pandemi Covid-19, sehingga dengan kemudahan ini masyarakat berusaha untuk mengetahui akan fungsi dan manfaat dari pinjaman online tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada masyarakat umur 21 – 30 tahun memiliki tingkat pemahaman yang baik. Berdasarkan jenis kelamin perempuan memiliki tingkat pemahaman baik yang paling tinggi. Responden yang telah menikah memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik.

Responden dengan pendapatan hasil upah gaji UMR memiliki tingkat pemahaman baik yang paling banyak, sementara itu responden dengan penghasilan kurang dari UMR memiliki tingkat pemahaman kurang baik, dan ada satu responden yang memiliki penghasilan lebih dari UMR memiliki tingkat pemahaman sangat baik.

Kebanyakan dari pengguna pinjaman online mereka mengatakan bahwa dengan melakukan pinjaman online mendapatkan kemudahan pinjaman dengan tidak ada yang menjadi jaminan, hal tersebut dikarenakan 74% dari mereka memilih kemudahan jaminan sebagai alasan melakukan pinjaman online, dan alasan yang paling sedikit dilakukan oleh responden adalah rekomendasi dari keluarga.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses