Pekon Balak Masuk Daftar Desa Wisata Budaya, Lampung Barat Siap Perkuat Identitas Lokal

Lampung Barat1783 Dilihat

Lampung Barat, Medianasional.Id — Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, sebagai salah satu Desa Wisata Budaya pada Rabu (10/12/2025).

Penetapan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Pekon Balak Kepaksian Pernong karena pekon tersebut kini diposisikan sebagai pusat pelestarian budaya sekaligus destinasi wisata unggulan yang berbasis tradisi.

Pengumuman itu muncul saat kegiatan audiensi bersama Tenaga Pendamping Gubernur dalam rangka persiapan Kunjungan Desa Budaya. Rombongan tim pendamping bertolak dari Rumah Dinas Wakil Bupati Lampung Barat di Pekon Kubu Perahu sebelum melakukan tinjauan lapangan ke Gedung Dalom Kepaksian Pernong, pusat aktivitas budaya di Pekon Balak.

Dalam rombongan hadir Ir. Ansori Dzausal, MT, Tenaga Pendamping Gubernur Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah, serta Rahmat Satori, Tenaga Pendamping Gubernur Bidang Kebudayaan. Mereka didampingi sejumlah pejabat daerah dan tokoh adat setempat.

Menurut Ir. Ansori, program desa wisata budaya merupakan kebijakan yang digagas Gubernur Lampung untuk mengangkat desa-desa yang memiliki karakter budaya kuat.

“Tugas kami mengunjungi dan mengkaji desa yang punya potensi budaya. Setelah melalui penilaian, Pekon Balak menjadi satu dari lima desa di Lampung yang ditetapkan sebagai desa wisata budaya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa wisata budaya harus hidup sepanjang tahun, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Wisata budaya berarti ada aktivitas berkelanjutan yang bisa dinikmati wisatawan kapan saja. Pada akhirnya, semua diarahkan agar masyarakat merasakan manfaat ekonomi, ada produk yang bisa dijual dan pengalaman yang membuat orang ingin kembali berkunjung,” ujarnya.

Ir. Ansori menilai Pekon Balak memiliki posisi strategis sebagai jalur keluar-masuk kebudayaan Lampung Barat, sehingga wajar jika desa ini dijadikan pusat pengembangan budaya daerah.

Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. Mad Hasnurin, menyambut baik keputusan tersebut dan menyatakan bahwa masyarakat setempat siap memperkuat identitas budaya.

“Kami bersyukur Pekon Balak dipilih sebagai pusat wisata budaya. Ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk kembali menampilkan kekayaan adat dan memperkuat peran desa sebagai representasi budaya Lampung Barat,” katanya.

Dalam audiensi itu, Wabup juga menyampaikan kondisi pembangunan Gedung Pakuon, rumah adat yang selama satu dekade terakhir belum terselesaikan karena keterbatasan anggaran.

“Pembangunan sudah sampai tahap pemasangan atap, tetapi tidak berlanjut selama kurang lebih 10 tahun. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi agar gedung ini dapat segera difungsikan sebagai pusat aktivitas budaya Pekon Balak,” ujarnya.

Sejalan dengan pemerintah daerah dan tim pendamping gubernur, Peratin Pekon Balak Sarnada juga menyampaikan dukungan penuh atas penetapan desanya sebagai Desa Wisata Budaya.

“Sebagai tuan rumah, pemerintah pekon menyambut baik dan siap mendukung sepenuhnya program desa wisata. Kami berharap ke depan program ini berjalan lancar dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Pekon Balak,” ujar Peratin.

Ia menegaskan bahwa masyarakat akan dilibatkan secara aktif dalam pengembangan kegiatan budaya, kerajinan, serta layanan wisata yang berkelanjutan.

Penetapan Pekon Balak sebagai Desa Wisata Budaya patut disyukuri bahkan ini sebagai peluang besar bagi masyarakat adat, pelaku UMKM, sampai generasi muda untuk mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan tradisi yang sudah turun-temurun.

Penetapan Pekon Balak sebagai Desa Wisata Budaya membuka peluang baru bagi masyarakat adat, pelaku UMKM, hingga generasi muda. Ke depan, desa ini diharapkan mampu menghadirkan ruang budaya yang hidup—mulai dari kerajinan, kuliner tradisional, hingga kegiatan adat yang dapat berlangsung sepanjang tahun,”tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses