Pasar Induk Wonosobo Tak Kunjung Dibangun, Pedagang Pasar dan Mahasiswa “Menjerit”

Wonosobo306 Dilihat

Wonosobo, medianasional.id – Ratusan pedagang pasar dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli pasar induk wonosobo menggeruduk kantor bupati Wonosobo, Kamis (4/10/2018).

Dalam aksinya, para pendemo ini bertujuan untuk menagih janji pemerintah mengenai pembangunan pasar induk wonosobo yang sudah 4 tahun belum juga dibangun. Para pendemo ini juga menuding kegiatan pembangunan pasar induk wonosobo telah dipermainkan oleh oknum untuk mengambil keuntungan pribadi. Hal itu dibuktikan dengan dinamika pembangunan pasar induk terbesar di wonosobo yang sepertinya memang telah sengaja dibuat agar oknum tertentu mendapatkan keuntungan.

Dalam aksi tersebut para pendemo ini merasa tidak puas karena tidak ditemui oleh Eko Purnomo (bupati wonosobo), para pendemo ini juga nekat untuk memasang spanduk di tiang bendera halaman kantor bupati wonosobo dan memasang spanduk di bangunan gedung yang bertuliskan kantor bupati wonosobo.


Fathur khorip (ketua aliansi pasar induk wonosobo) mengatakan, “masyarakat sekarang sudah memahami dengan segala asumsi yang telah beredar, kalau pembangunan pasar itu jelas ada hal yang tidak beres”, katanya.

“Sejak terbakarnya pasar induk wonosobo 22 Desember 2014 silam, pemerintah daerah juga dinilai telah gagal dalam membangun pasar induk wonosobo”, imbuhnya.

Widi purwanto (kepala dinas pekerjaan umum/ppk) menjawab pertanyaan dari para pendemo yang menanyakan kapan pasar akan dibangun lagi, Widi mengatakan bahwa pihaknya akan memulai melakukan pembangunan pasar pada 16 Desember 2018 mendatang, katanya.

Rosdiyani (pedagang pasar) mengatakan bahwa dirinya dan rekan – rekan pedagang pasar induk berharap kepada pemerintah daerah agar pasar induk wonosobo tempat untuk mereka mengais rejeki agar segera di bangun pada akhir bulan november ungkapnya.

Reporter : Andika Bagus

Editor : Dian

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses