Para Kyai di Brebes yang Tergabung dalam Majelis Komunikasi Aswaja Deklarasikan Dukungannya untuk Mitha-Wurja 

Brebes, Jawa Tengah1020 Dilihat

Brebes, medianasional.id | Para kyai di Brebes yang tergabung dalam Majelis Komunikasi (Makom) Aswaja menyatakan dukungannya pada pasangan calon (Paslon) Paramitha–Wurja untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Brebes 2024.

Dukungan ini diumumkan dalam sebuah deklarasi yang berlangsung di Syakilla Room, Grand Dian Hotel Bumiayu, pada Sabtu, 2 November 2024.

Acara deklarasi yang penuh semangat tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat, yang menunjukkan solidaritas mereka dalam mendukung Mitha-Wurja sebagai pilihan yang diyakini mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Brebes.

Imron Royani, panitia acara, menyatakan harapannya agar para kyai yang hadir tidak hanya mendukung, namun juga menjadi bagian aktif dalam memenangkan pasangan ini di ajang Pilkada mendatang.

Salah satu tokoh agama yang turut hadir, KH. Sholahudin Masruri, menekankan pentingnya dukungan yang diberikan secara langsung kepada calon pemimpin yang memiliki visi dan gagasan.

Bagaimana Brebes mau maju kalau yang didukung adalah calon yang tidak memiliki gagasan?” ujar Sholahudin yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 2.

Menurutnya, Pilkada adalah kesempatan bagi masyarakat untuk mendukung calon yang berkomitmen pada pembangunan daerah.

Sholahudin menyebutkan bahwa keterlibatan kyai dalam proses politik ini merupakan bentuk pendidikan politik kepada masyarakat.

Dengan memilih pemimpin yang memiliki kompetensi, masyarakat Brebes akan mendapatkan sosok yang mampu membawa perubahan positif dan memperjuangkan kesejahteraan warga.

Calon Bupati Brebes, Paramitha Widyakusuma, atau yang akrab disapa Mba Mitha, turut menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh para kyai di Kabupaten Brebes.

Dalam pidatonya, Mitha mengajak para kyai untuk turut serta dalam memberikan pendidikan politik yang benar bagi masyarakat.

Menurutnya, peran kyai sangat penting dalam mencegah masyarakat terjerumus pada kampanye hitam atau informasi yang tidak benar.

“Kami memerlukan dukungan dan pengawalan dari para kyai, terutama untuk memberikan pemahaman politik yang bersih kepada masyarakat. Saya percaya bahwa dengan arahan dan doa para kyai, kami dapat menghindari kampanye hitam dan menghadirkan politik yang berintegritas di Brebes,” ungkap Mitha.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya berkomitmen penuh untuk melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan dalam proses pengambilan keputusan demi kesejahteraan bersama.

Selain Mitha, calon Wakil Bupati Brebes, Wurja, juga memaparkan sejumlah program unggulan yang diusung dalam kampanyenya.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah rencana peningkatan insentif bagi para pegiat agama di Kabupaten Brebes.

Wurja menyatakan bahwa insentif ini akan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung mereka yang berperan dalam menjaga nilai-nilai agama di tengah masyarakat.

“Dalam program kami, pegiat agama akan mendapatkan insentif yang lebih layak dari sebelumnya. Ini adalah bentuk penghargaan kepada mereka yang terus bekerja tanpa lelah untuk menjaga kerukunan dan memperkuat nilai-nilai moral di masyarakat,” papar Wurja.

Menurutnya, kesejahteraan bagi tokoh agama adalah hal yang penting, karena mereka memiliki peran sentral dalam membangun karakter masyarakat.

Selain itu, Wurja juga menyinggung sejumlah program pembangunan lainnya, yang meliputi bidang ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan sosial.

Ia menekankan bahwa program-program tersebut dirancang berdasarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk para kyai yang turut mengamati kebutuhan masyarakat secara langsung.

Deklarasi dukungan dari para kyai ini menjadi sinyal kuat bahwa pasangan Mitha-Wurja memiliki basis dukungan yang kokoh di Brebes.

Dengan restu dari para pemuka agama, pasangan ini optimis mampu memenangkan hati masyarakat dan membawa Brebes ke arah yang lebih baik.

Dukungan dari para kyai dianggap penting, mengingat pengaruh besar mereka di kalangan masyarakat di Brebes.

Dalam sejarah politik di daerah tersebut, rekomendasi dari tokoh agama seringkali menjadi penentu arah suara, terutama bagi kalangan masyarakat yang menghargai petuah dan bimbingan dari tokoh-tokoh agama.

Pilkada Brebes 2024 ini akan menjadi ajang bagi masyarakat Brebes untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata, di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi.

Dengan hadirnya dukungan dari Makom Aswaja, Mitha-Wurja menguatkan posisinya sebagai pasangan yang siap untuk memimpin Brebes dengan pendekatan yang berbasis pada nilai-nilai agama dan keberpihakan pada masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses