Panusupan Gumregah Akan Gelar Sedekah Bumi, Budaya Lestari, UMKM Berseri

Banyumas270 Dilihat

Banyumas, medianasional.id – Desa Panusupan bersiap gegap gempita menyambut Festival Budaya Sedekah Bumi dan Bazar Produk Halal UMKM, yang akan digelar selama enam hari berturut-turut, mulai Senin Kliwon, 7 Juli hingga Sabtu Kliwon, 12 Juli 2025, berpusat di Lapangan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Banyumas.

Ketua Panitia, Noviaji, saat diwawancarai awak media pada Kamis malam (26/06/2025), memaparkan bahwa rangkaian acara telah disusun secara padat dan meriah dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya, religi, dan kekuatan gotong royong warga desa.

“Kegiatan dimulai dengan ziarah pepunden dan doa sedekah bumi sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur dan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi. Dilanjutkan dengan senam sehat berbudaya yang menggugah semangat bugar dengan balutan seni lokal, lalu festival hadroh sebagai gema shalawat yang mendamaikan. Tak kalah menarik, pentas seni tradisional akan digelar selama beberapa malam, menampilkan Kuda Lumping, Barongsai, Ronggeng, hingga Aksi Muda (DAKI) sebagai ruang ekspresi generasi muda,” jelas Noviaji dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa suasana religius akan dihadirkan lewat Panusupan Bersholawat dan Pengajian Suranan, sementara nuansa hiburan rakyat bakal berpuncak di Lembah Trenggulun dengan Pesta Rakyat bersama Min Ploes, grup musik legendaris bernuansa Banyumas.

“Acara ditutup secara sakral dan megah lewat Ruwatan Bumi dan Pagelaran Wayang Kulit bersama Ki Dalang Bima Setya Aji, sebagai simbol permohonan keselamatan dan kelestarian alam. Dan tentu saja, jangan sampai kelewatan, 1 ton Cimplung siap dibagikan sebagai bentuk sedekah kuliner warisan leluhur yang selalu ditunggu warga,” tambahnya sambil tertawa kecil.

Salah satu warga Panusupan, Alip, saat dimintai tanggapan oleh awak media menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat mulia, dan kami warga siap menyengkuyung bareng-bareng demi suksesnya acara. Banyak manfaatnya, dari sisi keilmuan, ekonomi, budaya, sampai religius-agamis. Yang paling penting, ini menghidupkan kembali nilai-nilai guyub rukun lan gotong royong yang memang jadi ciri khas wong Indonesia, utamane wong Banyumas,” ungkapnya dengan penuh semangat.

 

(Asep)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses