Banyumas, medianasional.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Patikraja menggelar kajian rutin amaliah Ramadhan di Gedung Darul Qur’an Patikraja, Selasa (24/02/2026).
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus PAC, Muslimat ranting se-PAC Patikraja, Banyumas, serta para anggota ini menghadirkan Dudiyono, Pengawas Sekolah dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, sebagai narasumber.
Tausiyah yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan kualitas iman dan amal sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Dalam penyampaiannya, Dr. Dudiyono menegaskan bahwa keseimbangan antara jasmani dan rohani merupakan kunci keberhasilan hidup seorang muslim.
“Kehidupan dunia memang penting sebagai sarana dan ladang amal, tetapi jangan sampai melalaikan tujuan akhir, yaitu kebahagiaan akhirat. Ramadhan harus kita jadikan momentum mempertebal investasi akhirat,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ia secara rinci menjelaskan lima langkah strategis, yakni meluruskan niat semata-mata karena Allah, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, membiasakan sedekah dan berbagi sebagai komitmen sosial, menghidupkan ibadah malam termasuk qiyamullail demi meraih Lailatul Qadar, menjaga kelestarian lingkungan dan keharmonisan sosial, serta mempertahankan keistikamahan ibadah setelah Ramadhan berakhir.
Ketua PAC Muslimat Patikraja, Eko Listyaningsih, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang mengikuti kajian dengan penuh kekhidmatan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Kami berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal nyata bagi para anggota untuk memperkuat kualitas ibadah, memperluas kepedulian sosial, dan memaknai Ramadhan secara lebih mendalam,” ujarnya menegaskan harapan organisasi.
Selain kajian rutin, rangkaian amaliah Ramadhan juga meliputi tadarus Al-Qur’an, bakti sosial, dan kegiatan keagamaan lainnya sebagai wujud nyata pengabdian Muslimat kepada umat. Ustadzah Eko Listyaningsih turut memohon doa seluruh jamaah.
“Kami memohon doa agar pembukaan santri Darul Qur’an Patikraja diberikan kelancaran dan keberkahan, sehingga mampu melahirkan generasi Qur’ani yang hebat, berakhlak mulia, dan bermartabat,” pintanya dengan penuh harap.
Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa Ramadhan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum spiritual untuk menata niat, menguatkan amal, dan meneguhkan komitmen membangun peradaban berbasis nilai-nilai Ilahiah.
Itu yang disampaikan Dudiyono kepada awak media Rabu (25/02/2026).
(Asep)






