Organisasi Relawan Wadaslintang Mendapat Pelatihan Dasar SAR Oleh BPBD

Wonosobo192 Dilihat

Wonosobo, medianasional.id – Organisasi relawan Wadaslintang yang baru saja terbentuk, mulai mendapatkan pelatihan dasar Search And Rescue (SAR) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan SAR Nasional (BASARNAS) dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Wonosobo. Melalui pelatihan dasar selama satu hari penuh yang digelar pada Sabtu (18/9/2021) tersebut, tak kurang dari 73 anggota baru organisasi relawan Wadaslintang, diharapkan mampu memahami seluk beluk penanganan bencana. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Wonosobo Bambang Triyono yang hadir membuka latsar mengaku gembira sekaligus sangat bersyukur organisasi relawan di wilayah, khususnya di Wadaslintang telah terbentuk, dan bahkan langsung siap menerima materi-materi pelatihan dasar.

“Saya mewakili beliau bapak Bupati Wonosobo yang sedianya akan hadir langsung di sini, ingin menyampaikan selamat dan apresiasi atas terbentuknya organisasi relawan ini, dan berharap agar kedepan kita mampu bergandengan tangan dan bersinergi apabila sewaktu-waktu ada kejadian bencana yang membutuhkan penanganan,” tutur Bambang saat ditemui di sela pelatihan di Bumi Perkemahan Wadaslintang. Kepada para relawan, Bambang juga memberikan dorongan motivasi agar seluruh anggota memiliki mental dan fisik yang tangguh, mengingat dalam penanganan kebencanaan, kedua hal tersebut menjadi syarat utama. Wadaslintang yang selama ini juga memiliki potensi bencana seperti tanah longsor, banjir bandang hingga laka air dan angin ribut menurut Bambang memang membutuhkan keberadaan relawan, agar penanganannya lebih cepat. “Kami di BPBD akan senantiasa siap mendampingi dalam setiap kondisi dan mari kita mohonkan keselamatan agar bumi Wadaslintang khususnya, dan Wonosobo secara umum terhindar dari segala bentuk musibah dan bencana,” ajak Bambang.

Menanggapi arahan Kalak BPBD, komandan relawan Wadaslintang Hanief menyebut ia dan seluruh anggota siap mengikutinya. Hanief mengaku antusiasme para relawan dalam menyambut terbentuknya organisasi SAR tersebut sangat tinggi. “Mengingat semangat dan antusiasme luar biasa inilah kami berupaya menggandeng BPBD, Tagana hingga BASARNAS untuk mendampingi serta memberikan pelatihan dasar penanganan bencana, agar kami juga segera siap menghadapi berbagai kemungkinan,” tutur Hanief. Pergantian musim diakui Hanief memerlukan antisipasi, mengingat kondisi bisa berubah setiap saat dan memiliki potensi menimbulkan musibah bencana. Dengan materi-materi pelatihan dasar baik teori maupun praktek yang diberikan para instruktur berpengalaman dari ketiga lembaga penanganan bencana, Hanief mengaku yakin anggotanya akan jauh lebih siap.

 

Reporter : Andika

Editor : Drajat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses