Optimalkan Pelayanan, Polres Indramayu Intensifkan Pelatihan Public Speaking Bagi Personel Polsek

Indramayu153 Dilihat

INDRAMAYU, medianasional.id – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Polda Jawa Barat, terus bergerak aktif mematangkan kompetensi komunikasi para anggotanya. Langkah ini diwujudkan melalui kelanjutan program pelatihan Police Public Speaking & Service Communication yang menyasar personel di tingkat Kepolisian Sektor (Polsek).

.
Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Polsek Haurgeulis, Gantar, Patrol, dan Sukra, pelatihan serupa kini giliran menyambangi personel di Polsek Kroya dan Polsek Gabuswetan pada Rabu (30/9/2026). Agenda ini diikuti secara antusias oleh para Kapolsek, personel jajaran, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pegawai Harian Lepas (PHL).
.
Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo P. M., melalui Kasi Humas AKP Tarno, menegaskan bahwa kecakapan berkomunikasi merupakan instrumen krusial dalam menunjang tugas kepolisian sehari-hari, khususnya saat berinteraksi langsung dengan warga. Menurutnya, korps bhayangkara tidak sekadar dituntut responsif dalam mengatasi masalah di lapangan, melainkan juga harus andal dalam menyerap keluhan serta mengarahkan masyarakat pada solusi yang tepat.
.
“Komunikasi pelayanan dan kemampuan berbicara di depan umum sangat penting untuk membangun kepercayaan publik, meredakan tensi atau ketegangan di lapangan, serta memastikan penyampaian informasi berjalan secara lugas,” ujar AKP Tarno saat memberikan keterangan pers, Kamis (1/10/2026).
.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Indramayu menggandeng Founder Respeak Indonesia sebagai pemateri utama. Pelatihan difokuskan pada penguatan kompetensi komunikasi agar mampu menghadirkan pelayanan polri yang prima, humanis, dan mengayomi. Personel dibekali formula komunikasi tiga tahapan: memastikan pesan tersampaikan, memastikan pesan dipahami, dan mengarahkan masyarakat pada solusi konkret.
.
Tak hanya itu, para peserta juga digembleng dengan fondasi komunikasi makro yang meliputi clarity (kejelasan pesan), control (menjaga ketenangan), confidence (kepercayaan diri), dan connection (membangun ikatan lewat metode mendengar).
.
Aspek teknis seperti artikulasi, volume suara, tempo, hingga intonasi (The Art of Speaking Clearly) turut dibedah guna memengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap prosedur kepolisian.
AKP Tarno menambahkan, dimensi non-verbal seperti postur tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, hingga gestur (Powerful Non-Verbal Presence) juga memegang peranan penting.
.
“Pelayanan tidak hanya dinilai dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari bagaimana sikap, bahasa tubuh, dan cara personel merespons masyarakat,” imbuhnya.
.
Guna melatih kesiapan mental di situasi krisis, materi Communication Under Pressure ikut diberikan melalui metode pause, listen, validate, dan clarify. Personel dilatih agar tetap berkepala dingin, mendengarkan secara saksama, dan melakukan klarifikasi sebelum mengambil keputusan atau memberikan respons resmi (Speak, Respond & Explain).
.
Pelatihan diakhiri dengan sesi Police Communication Challenge berupa simulasi kasus nyata. Simulasi tersebut mencakup penanganan warga yang emosional di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), penyelesaian aduan di luar kewenangan Polri, mediasi konflik antarwarga, hingga penyampaian imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
.
Lewat penguatan kompetensi yang digelar secara simultan dan berkelanjutan ini, Polres Indramayu berharap seluruh jajaran polsek kian profesional, responsif, serta humanis guna memperkokoh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses