Dairi, medianasional.id – Pedagang Blok D 3 korban kebakaran di Pusat Pasar Sidikalang pada tanggal 28 Juli 2023 lalu mengeluh, karena omzet penjualan menurun akibat sepinya pembeli di tempat baru mereka.
Selain itu, pedagang juga mengaku menerima bantuan mie murahan. “Mi namura mura i (mie murahan) mi kayak gitu enggak pernah lihat ada di Sidikalang ini, enggak taulah merek apa itu pokoknya enggak pernah lihatlah, pokonya semua kami mendapat bantuan itu dari bupati,” ketus Nurlela Tumanggor dan pedagang lainnya, Senin (4/9/2023).
Dia juga mengaku hasil penjualannya menurun drastis karena langganannya enggan datang ke tempat barunya. “Secara otomatis berkurang pak, karena pembeli yang biasa beli ke kita akan pindah ke tempat lain, bahkan saya pernah mendapat dari penjualan cuma sepuluh ribu, coba bayangkan dengan uang sebesar itu bisa dapat apa ..?, untuk ongkos becak saja kurang,” keluhnya.
Sebelum kejadian menimpa pasar Sidikalang para pedagang mengaku memperoleh penjualan normal, namun semenjak mereka di pindahkan pada salah satu tempat yang tidak jauh dari lokasi kebakaran, mereka mengaku mengalami kerugian akibat sepi pembeli.
Hal senada dikeluhkan juga oleh Sopia Munte (Opung Vincen) seorang pedagang sembako yang turut menjadi korban kebakaran pasar sidikalang, penjualannya berkurang jauh dari tempat sebelumnya, “lokasinya memang bagus tapi penjualan sepi, kita berharap pada pemerintah daerah, pasar ini segera di perbaiki agar bisa kembali ke tempat semula,” pintanya.
Sebanyak 27 orang pedagang yang menjadi korban kebakaran pasar Sidikalang mendapat bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Dairi, salah satunya adalah Roma Panjaitan dia mengaku mendapat bantuan berupa mie instan 1 karton, beras 10 kg, telor 1 papan, sarden 2 kaleng, susu dancow 1 kotak.
Berbeda dengan pedagang lainnnya, Roma Panjaitan, seorang pedang barang pecah belah mengaku tidak terlalu merugi meskipun dagangannya sepi, dia hanya berharap kepada pemerintah kabupaten Dairi supaya segera memperbaiki pasar Blok D III agar dirinya bisa kembali berjulalan di pasar BLok D III.
“Pokoknya setiap hari pasti ada buka dasarlah, paling utama kita minta pasar ini secepatnya dibetulkan,” katanya.
Terkait dengan keluhan pedagang Blok D 3 PD Pasar berencana akan melakukan perbaikan secepatnya pada tahun ini, dan sedang menuggu proses tender karena hal ini mendapatkan perhatian dari Bupati Dairi Edy Keleng Ate Berutu. Dan untuk sementara para pedagang di tempatkan di lokasi baru, “Ini di monitoring terus oleh pak bupati, diperkirakan menuggu hasil proses tender pada bulan September tahun ini, dan di perkirakan paling lambat bulan Januari tahun depan sudah dapat di tempati oleh pedagang, sementara ini mereka kita tempatkan di situ dulu, biar bisa berjualan dan hari Kamis Minggu ini kita akan memanggil mereka untuk diadakan sosialisasi,” ujar Roy Chandra Simajuntak, Direktur Operasional Pasar PD Pasar Dairi di dampingi oleh Ronald Silalahi, Kadiv Penertiban PD Pasar Dairi.






