Ngayoggjaz 2025 “Jazz Diundang Mbokmu” Kolaborasi dengan Kesenian dan Budaya Tradisional

DI.Yogyakarta1065 Dilihat

Bantul, medianasional.id – Sedikitnya 37 kelompok musik Jazz ramaikan “Ngayogjazz 2025” Yang di gelar di Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogaairi Kabupaten Bantul, Sabtu (15/11/2025).

Di awali dengan pawai bergodo dan berbagai kesenian tradisional yang ada di Kapanewon Imogiri,menuju panggung utama,Ngayogjazz 2025 resmi di buka.

Dalam sambutannya penewu Imogiri Slamet Santosa menyampaikan kegembiraanya karena di beri kesempatan sebagai tuan rumah event tahunan Ngayogjazz.

Sebagai Kapanewon gerbang budaya Yogyakarta, dan menuju gerbang budaya Dunia, Kapanewon imogiri selain memiliki cagar budaya yaitu Makam Raja Raja Mataram, juga memiliki berbagai budaya yang sangat lengkap,baik kesenian tradisional maupun kontemporer, Imogiri juga di kenal sebagai sentral kerajinan Batik, Keris, maupun wayang.

Dengan berkolaborasi dengan budaya semoga musik Jazz semakin di minati masyarakat dan merakyat, ungkapnya.

Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penggagas dan penyelenggara musik Ngayogjazz, yang terus melakukan kegiatan di setiap tahun,
“perlu di ketahui bahwa musik Ngayogjazz ini sudah lima kali masuk event Karisma Nusantara, dan bahkan sudah dua kali masuk Top teen”, itu sebuah bukti bahwa musik Ngayogjazz bisa memiliki ciri khas yang unik dan tidak di miliki oleh kelompok musik lain.

Bukan karena penyelenggaraannya yang mewah namun karena bisa berkolaborasi dengan kesenian tradisional dan budaya sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan.

“Ngayogjazz Diundang Mbokmu, ini benar benar unik, dan kita diajak dan melihat musik ini sebagai ajang silaturahmi, sehingga tidak ada skat dengan masyarakat,” tutur
Riski Handayani Deputi Bidang Industri dan Investasi, mewakili Menteri Pariwisata.

Sedangkan Aji selaku ketua penyelenggara menyampaikan , dengan melibatkan musisi dari berbaga daerah dan manca negara diharapkan memberi pengalaman baru serta memperkaya perjalanan musikal mereka.

“Musisi yang datang akan bisa menyatu dengan masyarakat dan tradisi, sehingga memberi pengalaman baru dan itu tentunya akan sangat bermanfaat untuk karya karya mereka ke depannya nanti,” ujarnya. (Wid).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses