Musdes Rembuk Stunting Desa Tulung Balak Tanjung Raja

Lampung Utara513 Dilihat

Lampung Utara, medianasional.id – Rembuk stunting berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, masyarakat Desa dengan pemerintah Desa dan BPD untuk membahas pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa khususnya stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa, Bertempat di Balai Desa Tulung Balak, Tanjung Raja, Lampung Utara, (1/8/2022).

Adapun kegiatan utama dalam rembuk stunting di Desa Tulung Balak meliputi: (1). pembahasan usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang disusun dalam diskusi kelompok terarah; dan (2). pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Kesepakatan hasil rembuk stunting di Desa dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan peserta rembug stunting, dan pemerintah Desa.

Sambutan dari kepala desa Tulung Balak, “jadi saya ceritakan bahwasanya desa kita terpilih desa Lokus Stunting sejak tahun 2021-2022, mohon kepada kader posyandu ikut serta aktif, bahwa ini selain dari Covid-19 Stunting ini juga yang di utamakan juga,” ujar Hendra Halim, SH.

“Hampir seluruh lintas sektoral penanganan khusus, dan kepada kader pos yandu untuk terus menghibau kepada masyarakatnya, dalam rangka penanganan dan pencegahan ini untuk dituangkan melallui anggaran dana desa melalui kepala desanya,” terang sekcam.

Masih dalam suasana rapat pendaming desa memberikan idenya, “Penanganan Stutnting ini memang tugas dari kesehatan melalui permendes no7, dan mengacu surat edaran (SE) dari bupati Lampung Utara, bahwa dari 18 kriteria,” tutur pendamping desa Iwan Irawan.

Dari tim penyuluh puskesmas ibu regina menerangkan dan menyarankan kepada kader posyandu dan masyarakat desa Tulung Balak, “Stutnting adalah dan ciri ciri pertumbuhannya lambat, anak pendek belum tentu Stutnting, dan penyebabnya adalah tentang soal gizi atau konsumsinya, dan tidak memeriksa masa kehamilannya, juga faktor sanitasi dan air bersihnya, jangan buang sampah sembarangan, ada tiga untuk pencegahan Stunting asuh, makanan, dan sanitasinya,” terang penyuluhan Stutnting dari puskesmas Rawat Inap Tanjung Raja Regina Situmorang SKM.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses