Lombok Barat, NTB – Kabar gembira bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Barat. Sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) kini secara gencar menerapkan sistem Zero Cost Recruitment (Perekrutan Tanpa Biaya), memastikan calon pekerja dapat berangkat secara resmi tanpa dibebani biaya rekrutmen sepeser pun.
Hal ini terungkap dalam sosialisasi di Aruna Senggigi yang dihadiri perwakilan P3MI resmi, kepala Desa, Camat, dan Stakeholder terkait, Kamis 12 Desember 2025.
Direksi PT Wira Karitas, Edy Simpson P. Sinurat, menegaskan bahwa bekerja melalui jalur resmi P3MI menjamin keamanan, perlindungan, dan penghasilan yang layak.
“Semuanya adalah zero cost, tidak perlu biaya rekrutmen sama sekali. Masyarakat harus tahu bahwa sekarang, kalau melalui P3MI seperti kami, itu pasti resmi,” ujar Edy.
Ia menambahkan, keseriusan P3MI resmi dibuktikan dengan kewajiban membayar deposito sebesar Rp1,5 miliar untuk mendapatkan izin pengiriman tenaga kerja.
Edy juga membagikan testimoni sukses: “Ada testimoni dari pekerja kita yang sudah bertahun bekerja di sana (Malaysia), mereka bisa mendapatkan lebih dari 4.000 Ringgit per bulan, atau kurang lebih Rp18 juta per bulan.”
Pendapatan fantastis tersebut, lanjutnya, memungkinkan para PMI ini membeli sawah, rumah, dan meningkatkan taraf hidup keluarga.
FGV OSC Lombok- PT Bumi Agro Nusantara dengan di dampingi oleh PT Wira Karitas menargetkan Zero Cost Recruitment untuk Calon Pekerja Migran Indonesia tujuan malaysia
“Kami sekarang membuka lowongan ke Uni Emirat Arab (UAE) dengan biaya nol juga, khususnya untuk sektor hospitality (perhotelan),” kata Edy.
Selain itu, perusahaan tengah berupaya membuka peluang kerja tanpa biaya rekrutmen ke Jepang, Jerman, Bulgaria, Rumania, Singapura, dan Hong Kong. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan pekerja di negara-negara maju.
Kepala Kantor FGV OSC Lombok- PT Bumi Agro Nusantara sebagai tuan rumah atau yang mengadakan program sosialisasi dengan di dampingi oleh PT Wira Karitas sebagai P3MI menekankan, Pentingnya peran Kepala Desa dan Camat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Tujuan kita hari ini memanggil camat dan kepala desa untuk menerangkan kepada mereka adanya perekrutan bertanggung jawab dan tanpa biaya. Kami harap setelah ini tidak ada unsur-unsur eksploitasi dan perdagangan manusia,” jelas Sudarman.
Ia menambahkan, gaji minimal di Malaysia kini mencapai 1.700 Ringgit (sekitar Rp6,5 juta), dan pekerja yang rajin bisa mencapai gaji di atas angka minimal tersebut.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, melalui apresiasi yang diberikan kepada P3MI yang berkomitmen pada ethical recruitment, berharap warganya berangkat secara resmi, terlindungi penuh (asuransi kesehatan, keselamatan kerja, hingga kematian), dan dipastikan pulang pergi menggunakan pesawat terbang.
“Janganlah bekerja melalui calo atau yang tidak resmi. Pergilah ke P3MI yang resmi, yang telah ada list namanya di kantor BP2MI ataupun di Dinas Tenaga Kerja. Dengan ini, mereka akan bisa mendapatkan rasa aman, tentram, gaji yang baik, dan perlindungan yang terbaik,” pungkas Edy.
Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, mengapresiasi upaya perusahaan yang gencar mensosialisasikan peluang kerja Zero Cost ini. Ia meminta agar pemerintah daerah hingga pemerintah desa turut membantu menyebarkan informasi ini kepada masyarakat. ”Kepala desa nanti bisa menginformasikan ke masyarakat kalau mereka bisa bekerja ke luar negeri tidak dipungut biaya,” tutupnya






