BANTUL, medianasional.id — Warga Dusun Tri Manunggal yang meliputi Kunden, Manukan, dan Jaten akan menggelar rangkaian kegiatan Merti Dusun pada 13–15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melestarikan tradisi budaya sekaligus mempererat kebersamaan dan kerukunan masyarakat.
Kepala Dukuh Kunden, Margiyanto, menyampaikan bahwa Merti Dusun merupakan kegiatan yang sarat dengan nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, ungkapan syukur, serta doa bersama untuk keselamatan dan ketenteraman warga.
“Rangkaian Merti Dusun ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga tradisi, mempererat kerukunan, dan membangun kebersamaan di antara warga,” ujar Margiyanto.
Berdasarkan rangkaian acara yang telah disiapkan, kegiatan diawali pada Kamis, 13 Agustus 2026, dengan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Pada hari yang sama juga dilaksanakan mujahadah dan doa bersama. Kegiatan tersebut diisi dengan doa memohon keberkahan, keselamatan, serta ketenteraman bagi seluruh warga.
Selanjutnya pada Jumat, 14 Agustus 2026, masyarakat akan mengikuti kirab budaya, umbul doa, dan gelar kenduri. Kirab menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Merti Dusun sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keberkahan bagi masyarakat.
Masih pada Jumat malam, warga akan disuguhi ketoprak sebagai pentas seni tradisional. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus hiburan yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, puncak sekaligus penutup rangkaian Merti Dusun akan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, melalui pagelaran wayang kulit.
Pagelaran tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan seni dan budaya tradisional agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda.
Dengan mengusung semangat “Gumregah Nyawiji Angrabuk Rukun Ambangun Dusun”, rangkaian Merti Dusun Tri Manunggal diharapkan mampu memperkuat persatuan warga, menjaga nilai-nilai budaya, serta mendorong semangat gotong royong dalam membangun dusun.(red/wid).






