Menyepi dari Politik, Makmum Bangun Kawasan Widuri Kendal hingga Jadi Pusat Kolaborasi Antar Daerah

KENDAL –medianasional.id– Berawal dari keinginan menyepi dari hiruk-pikuk politik, Muhammad Makmun yang juga anggota DPRD Kendal justru berhasil membangun Kawasan Produksi Widuri di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, menjadi pusat kolaborasi antar pengelola kawasan dari berbagai daerah. Hal itu terlihat dalam workshop antar kawasan yang digelar di lokasi tersebut, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini mempertemukan para pengelola kawasan untuk membahas tindak lanjut pengelolaan wilayah masing-masing sekaligus membangun ekosistem usaha bersama. Forum tersebut menjadi ruang bertukar informasi, berbagi pengalaman, serta memperkuat jejaring kolaborasi berbasis potensi lokal.

Makmun menuturkan, awalnya lahan yang kini dikenal sebagai Kawasan Produksi Widuri hanya menjadi tempatnya menenangkan diri dari dinamika politik. Namun dari proses tersebut lahir gagasan untuk membangun kawasan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Awalnya hanya untuk menyepi. Dulu di sini ditanami kelengkeng bantuan dari Dinas Pertanian. Kemudian berkembang dengan adanya dapur SPPG MBG dan lapangan mini soccer. Ini sebagai pengungkit agar warga berkunjung dan mengenal Kawasan Widuri lebih luas,” ujar Makmun.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut mulai dirintis pada 2020 dengan memanfaatkan lahan sekitar dua hektare. Seiring waktu, Widuri berkembang menjadi ruang produktif yang tidak hanya bergerak di sektor pertanian, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi.

Menurut Makmun, Desa Wonosari memiliki luas sekitar 1.400 hektare yang mayoritas ditanami jagung oleh petani. Potensi itu kemudian diintegrasikan dalam konsep pengembangan kawasan terpadu untuk memperkuat rantai pasok dan nilai tambah produk lokal.

“Potensi itu kita aplikasikan di Kawasan Produksi Widuri, juga kita kembangkan tanaman lain untuk memenuhi bahan baku dapur SPPG,” katanya.

Selain pertanian, kawasan tersebut juga mengembangkan budidaya ikan lele dan tanaman buah melon sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap operasional dapur SPPG. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling terhubung dan berkelanjutan.

Workshop turut dihadiri Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Ikhwanudin, beserta tim. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam mengembangkan kawasan berbasis potensi lokal.

“Pengembangan kawasan perlu melibatkan semua pihak. Kita bisa saling sharing tentang komoditas dan potensi yang bisa dikelola bersama agar saling menguatkan,” ujar Ikhwanudin.

Sementara itu, Kepala Desa Wonosari, Mukhalil, menilai keberadaan Kawasan Produksi Widuri menjadi anugerah bagi desanya. Menurutnya, konsep pengembangan kawasan terintegrasi mampu membuka wawasan baru dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Keberadaan Kawasan Produksi Widuri ini menjadi anugerah bagi Desa Wonosari. Tidak hanya menggerakkan ekonomi warga, tetapi juga membuka pola pikir masyarakat bahwa potensi desa bisa dikembangkan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses