
Batang,medianasional.id
Berhembusnya informasi adanya tindak kekerasan seksual yang diduga dialami NSL gadis dibawah umur yang dialami pada tahun 2024, terduga pelaku ayah kandungnya berinisial (ZA). Untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut Senin, 15/4/26 tim awak media melakukan investasi, dengan pengumpulan informasi dilapangan.
Tabir misteri sedikit – demi sedikit mulai terkuak adanya titik terang petunjuk, peristiwa adanya dugaan tindak kekerasan seksual, yang mulai menjadi buah bibir warga desa Surjo dan sekitarnya.
Guna mendapatkan informasi lebih terang, awak media melakukan wawancara TN ibu NSL, bahwa muncul dugaan peristiwa itu, setelah mendengarkan curhatan anaknya, yang diduga telah dinodai ayah kandungnya 2 kali, spontan saya marah lalu menanyakan ke suami saya, ia diam tidak berkata apa – apa, lalu pergi.
Selanjutnya diadakan dialog dengan keluarga ZA di rumah mertua (Muhzin) disaksikan keluarga pihak suami, dalam nada emosi, TN meminta kejelasan dari suaminya, dan pada saat itu suaminya memberikan pengakuan melakukan perbuatan biadab tersebut sebanyak 2 kali, pada waktu itu ada saksi kakak ZA, tapi sayangnya saya tidak merekamnya,”ungkapnya penuh kesal.
Sejak pertemuan dilokasi mertua (Muhsin), Saya sudah tidak pernah melihat ZA, bahkan anak saya pernah menyampaikan, jijik, najis melihat ayah sendiri (ZA), seorang anak berprilaku seperti itu, ya karena ada sebab, diduga prilaku kebiadabannya perbuatannya ayahnya sendiri. Yang semestinya menjaga malah menodai.
Selanjutnya guna mendapatkan keadilan hukum, Saya melaporankan perbuatan ZA ke Polres Batang, saya bersama NSL menuju Rumah Sakit untuk melakukan visum, namun hentah karena apa, sesampai di rumah sakit, justru ia kabur, tanpa alasannya jelas, sejak itu sampai sekarang saya belum bertemu lagi.
“Pada saat saya tau anak saya dikediaman Mertua, saya mendatangi bermaksud mendatangi dan mengajak melakukan visum kembali. Namun pihak keluarga ZA tidak mengijinkan saya menemui anak saya sendiri.
Sebagai seorang ibu, saya sangat kuatir keselamatan anak saya, sehingga saya meminta pak Kades dan pak Sekdes untuk mendampingi saya menuju rumah kediaman Mertua, namun dilokasi tidak didapati NSL,”paparnya.
Saya berharap kepada NSL, anakku jangan takut, ibu akan mencari keadilan atas dugaan perbuatan ayahmu, Ibu tidak mau merasa berdosa, kalau hanya diam saja, mendengar perbuatan ayahmu, sehingga saya akan berupaya sekuat tenaga, dan upaya, bagaimanapun ZA harus dipenjarakan atas dugaan perbuatannya,”Ungkapnya.
Wahyu Kepala Desa Surjo berharap, persoalan ini agar segera selesai dengan jalan yang terbaik, kalau memang informasi itu terbukti benar dengan bukti – bukti pendukung yang kuat, ya di proses sesuai hukum yang berlaku. Agar persoalan ini tidak terus – menerus berhembus di warga masyarakat,”harapnya.
Hal senada juga dituturkan Sekdes Surjo agar persoalan ini segera terbuka terang, akan kebenarannya, dan saya minta kepada pihak keluarga Pak Muhsin selaku orang tua ZA, kalau melihat NSL kembali ke rumah tolong dirayu, agar mau di visum, biar jelas dan terang, agar terbuka kebenarannya,”terangnya.
Jangan sampai ini berlarut – larut menjadi pembicaraan warga masyarakat, sehingga ada asumsi asumsi kurang baik terhadap tugas pemerintah desa, kami dari awal proaktif merespon dan melayani aduan Ibu TN atas dugaan perbuatan suaminya ZA, kami respon, kami dampingi, bahkan saat laporan ke Polres Batang kami juga ikut dampingi, agar semua terang, namun justru kami kaget, seketika NSL mau di visum justru kabur,”ungkapnya.
Muhsim ayah ZA tidak tau persis akan kejadian yang diduga menimpa cucunya dengan dugaan pelakunya ayahnya sendiri, yang tidak lain putranya. “Ia menegaskan apabila anaknya kembali ke rumah, saya sendiri yang akan menahan, dan akan saya kabarkan pak Sekdes, karena sudah lama tidak kembali kerumah. Ia juga tidak tau keberadaan cucunya NSL sudah berapa hari tidak pulang,”tandasnya.#Sio.






