KENDAL –medianasional.id– Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran negara dan pemerintah daerah dalam merawat serta memberi perhatian serius kepada para hafidzah Al-Qur’an. Menurutnya, penghafal Al-Qur’an perempuan merupakan aset umat dan sumber keberkahan yang keberadaannya harus dijaga.
Penegasan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-15 Jam’iyyah Hafidzotil Quran (JHQ) di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kabupaten Kendal, Sabtu (10/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Menteri Agama juga mengukuhkan Pengurus Jam’iyyah Hafidzotil Quran Kabupaten Kendal periode 2026–2030. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari seribu anggota JHQ yang telah memiliki kepengurusan hingga tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Kendal.
Dalam ceramahnya, Nasaruddin Umar menyampaikan pesan khusus kepada para penghafal Al-Qur’an putri. Ia menilai hafidz dan hafidzah merupakan “gudang berkah” bagi suatu daerah, sehingga lembaga-lembaga tahfidz perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah.
“Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Kendal bisa merawat para penghafal Al-Qur’an, karena mereka adalah gudang berkah. Lembaga tahfidz seperti ini harus terus dipertahankan dan dipelihara dengan baik,” ujarnya.
Ia secara khusus menyoroti keberadaan hafidzah yang saat ini masih tergolong langka, terutama sebagai guru penghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu, ia mengapresiasi Kabupaten Kendal yang dinilai memiliki jumlah hafidzah cukup banyak.
“Apalagi hafidzah, karena sekarang yang sulit dicari itu guru penghafal Al-Qur’an perempuan. Kabupaten Kendal ini luar biasa,” katanya.
Menteri Agama juga menilai penyelenggaraan kegiatan JHQ di lingkungan gedung pemerintahan sebagai bentuk nyata dukungan negara terhadap para penghafal Al-Qur’an, khususnya kaum perempuan. Menurutnya, dukungan tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, menyampaikan rasa syukur atas keberadaan Jam’iyyah Hafidzotil Quran di Kabupaten Kendal. Ia berharap doa-doa para penghafal Al-Qur’an dapat membawa keberkahan bagi daerah.
“Mudah-mudahan dengan doa para penghafal Al-Qur’an, Kabupaten Kendal menjadi lebih aman, lebih maju, dan lebih sejahtera, serta dijauhkan dari bencana dan musibah,” pungkasnya.(*)






