
Mukomuko, redaksimedinas.com – Desas desus kedatangan Presiden Joko Widodo di kabupaten Mukomuko sangat dinanti masyarakat. Kades Agung Jaya SP 6, kecamatan Air Majunto kabupaten Mukomuko, Laman (35) di kediamannnya menyatakan kesiapannya untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo.
Dalam sejarah, mencatat bahwa presiden Soeharto era orde baru, Tahun 1990 an tepatnya di Bendunga Air Majunto, meresmikan bendungan Air Majunto itu, sebelumnya Eks transmigrasi asap Kedung Ombo dihibur dengan dalang Anam Soeroto di SP 5 Air Majunto, kecamatan Induk Lubuk Pinang. Bendungan itu dialirkan untuk irigasi kabupaten Mukomuko khususnya Kecamatan Lubuk Pinang, dan kecamatan Air Majunto.
Puluhan ribu hektar telah menikmati bendungan irigasi itu. Daerah tersebut sebagai lumbung padi target program orde baru oleh Soeharto saat berkuasa, masyarakat desa Lubuk Pinang, Arah Tiga, Lubuk Gedang, SP 7, SP 5, SP 6, SP 8, desa Pelokan dan sekitarnya puluhan ribu hektar menikmati irigasi yang dibangun era Orde Baru. Menurut Laman (35) kades SP 6, masyarakat senang jika presiden Joko Widodo datang ke Mukomuko, serta dapat melihat langsung warga Mukomuko sekitarnya. Harapan kades SP 6, presiden dapat melihat langsung infrastruktur yang semrawut seperti jalan desa yang belum diaspal menuju SP 3, padahal jalan ini sebagai urat nadi masyarakat.
Tokoh pejuang transmigrasi kedung Ombo, Mbah Sulimin (75) yang kini terbaring sakit diabetes menuturkan kepada Medinas di kediamannya, “Eks Kedung Ombo yang dibuang orde baru dengan masalah sosial yang hebat, ganti rugi tidak selesai, namun dirinya beserta pengikutnya tidak mampu berbuat apa-apa, dengan terpaksa diungsikan ke Mukomuko, dengan tanah gambut waktu Itu di tahun 1989 betapa sulitnya kehidupan, tanah gambut tidak bisa digunakan pertanian maksimal, syukur ada jatah hidup bantuan luar Negeri”, jelasnya.
Mbah Limin meneteskan air mata yang amat dalam melihat perjuangan panjang sekitar 30 tahun lalu, warga Eks kedung Ombo kini dapat menikmati perjuangan panjang itu dan meninggalkan tempat asal genangan Kedung Ombo di kecamatan Kemusu, Kecamatan Juwangi, kabupaten Boyolali. Dirinya sebagai saksi hidup perjuangan anak bangsa yang dulu banyak dicap komunis jika tidak mau pindah, dan disebut pembangkang anak PKI, alhamdulillah kini tuduhan itu tidak terbukti. Dia berharap presiden dapat bertemu dengan dirinya, karena dia salah satu pejuang yang ikut pergi ke transmigrasi. “Semoga jalan desa dapat dihotmik, dan lampu tidak mati hidup”, harapnya.
Sementara Laman, yang mertuanya juga Mantan kades SP 3 generasi baru dari Eks Kedung Ombo di Mukomuko dapat bertemu dengan presiden, karena Mukomuko masuk daerah tertinggal, belum ada pelabuhan dan aliran listrik hidup mati terus. “Diharapkan pusat dapat membantu pendirian PLTU dan pelabuhan berskala Nasional di kabupaten ini. Karena sangat dibutuhkan, Jalan desa semestinya tahun ini sudah di hotmik”, imbuh Limin SP 5 Mantan Kades dua periode kepada Medinas mengutarakan kesiapan sambut Presiden datang ke Mukomuko. (Purwasi)




