Dairi, medianasional.id – Ribuan Umat Gereja Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang persiapkan diri untuk di beri pengabuan tanda Salib di Kening sebagai tanda dan sahnya masa puasa di mulai.
Masa prapaskah adalah rambu-rambu kehidupan, masa prapaskah juga adalah masa tuhan bertanya pada kita, dan masa itu lah kita harus menjawab pertanyaan sulit itu dengan jujur.
Abu adalah suatu lambang untuk mengingatkan kita dalam perjalanan hidup, masa prapaskah bukan semata mengurangi makan dan minum atau mengurangi dosa, masa prapaskah adalah masa untuk menjawab pertanyaan dimana kita secara rohani.
Demikian pesan masa puasa atau masa prapaskah di sampaikan oleh Romo Alfonsus Manik O CARM, Selasa (5/3/25). Pada acara ibadah Rabu Abu dalam menyambut masa puasa atau masa prapaskah di hadapan Ribuan umat di Gereja Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang.
Masa prapaskah atau masa puasa di mulai pada tanggal 5 Maret 2025 hingga tanggal 17 April 2025. Secara kalender umat katolik menjalankan masa puasa selama 40 Hari, selama 40 itu umat katolik di wajibkan berpuasa dan betpantang.
Seperti yang diketahui banyak orang, Rabu Abu, Jumat Agung, dan Jumat-Jumat selama masa Prapaskah merupakan hari-hari wajib untuk berpuasa dan berpantang. Selain hari-hari khusus ini, umat Katolik yang sudah cukup umur juga diundang untuk berpuasa dari makanan atau kesenangan duniawi guna memperdalam rasa lapar dan kerinduan mereka kepada Kristus.
(Kristo)






