Lonjakan Harga BBM Non-Subsidi Mengancam Ekonomi Pesisir, Gerakan Nelayan Pantura Desak Pemerintah Turun Tangan

Indramayu8576 Dilihat
INDRAMAYU, medianasional.id – Kenaikan signifikan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) non-subsidi, seperti Pertamina Dex, mulai memicu krisis ekonomi di wilayah pesisir Pantura, Jawa Barat. Kondisi ini memaksa sejumlah kapal nelayan berhenti beroperasi akibat biaya operasional yang tidak lagi sebanding dengan pendapatan, yang pada akhirnya mengancam ribuan nelayan menjadi pengangguran.
Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, menyatakan kekhawatiran mendalam atas dampak berantai dari kenaikan harga BBM ini. Menurutnya, ketika kapal-kapal tidak lagi melaut (“mandek”), dampak sosial yang ditimbulkan akan sangat luas bagi masyarakat yang menggantungkan hidup sepenuhnya pada sektor kelautan.
“Hal yang paling kami khawatirkan adalah saat aktivitas melaut terhenti total. Ribuan orang terancam kehilangan sumber penghasilan utama mereka. Mayoritas awak kapal adalah nelayan tradisional yang tidak memiliki keahlian alternatif maupun latar belakang pendidikan yang cukup untuk mencari pekerjaan lain di luar sektor ini,” ujar Kajidin dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Kajidin menekankan bahwa tanpa intervensi segera dari pemerintah pusat, tekanan ekonomi ini berpotensi memicu masalah sosial yang lebih besar di kawasan pesisir. Tingginya biaya bahan bakar saat ini dinilai tidak seimbang dengan harga jual hasil tangkapan ikan di pasar.
Gerakan Nelayan Pantura mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret demi menjaga stabilitas harga bahan bakar bagi nelayan.
“Pemerintah harus hadir untuk menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan pendapatan nelayan. Ini krusial agar aktivitas ekonomi di pesisir tetap berjalan dan kesejahteraan masyarakat terjaga,” tegasnya.
Pihaknya berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan harga energi atau menyediakan skema bantuan yang tepat sasaran agar sektor perikanan rakyat di wilayah Pantura tidak lumpuh total.
Gerakan Nelayan Pantura adalah organisasi yang mewadahi aspirasi dan memperjuangkan hak-hak nelayan di wilayah Pantai Utara Jawa Barat, berfokus pada kesejahteraan ekonomi dan keberlanjutan sektor perikanan tradisional.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses